Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wali Kota Kupang Tekankan Transformasi Digital Untuk Kendalikan Inflasi

Palce Amalo
07/11/2025 04:33
Wali Kota Kupang Tekankan Transformasi Digital Untuk Kendalikan Inflasi
Kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Kupang Triwulan IV Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.(Dok. Humas Pemkot Kupang)

WALI Kota Kupang Christian Widodo menegaskan transformasi digital merupakan kunci dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. 

Pesan itu disampaikannya saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Kupang Triwulan IV Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (5/11).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, jajaran perbankan daerah, Kepala BPS Kota Kupang Patrisius Tupen, unsur forkopimda, pelaku ekonomi strategis seperti Bulog, Pelindo, Angkasa Pura, Pertamina, PLN, Balai Karantina, KADIN, HIPMI, akademisi, dan perwakilan Himpunan Disabilitas Indonesia DPD NTT.

Christian menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi seluruh pihak yang tergabung dalam TPID dan TP2DD. Menurutnya, kerja keras menjaga stabilitas harga dan memperluas sistem digitalisasi keuangan daerah menjadi fondasi penting bagi tata kelola pemerintahan modern.

"Terima kasih kepada TPID yang sudah bekerja keras mengendalikan inflasi, dan TP2DD yang terus mendorong digitalisasi transaksi daerah. Dunia sudah bergerak ke arah digital, kita tidak bisa lagi bertahan dengan cara-cara manual," ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan sistem digital pada sektor pelayanan publik dan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan langkah penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mencegah kebocoran keuangan. 

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, telah bekerja sama dengan sejumlah bank guna memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

"Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi bisa mengubah arah layar. Dunia sudah melaju cepat ke arah digital, dan kita harus menyesuaikan," tambahnya.

Dari sisi makroekonomi, Kota Kupang menunjukkan capaian positif dalam menjaga stabilitas harga. Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (yoy) Kota Kupang pada September 2025 tercatat 1,75%, sedikit naik menjadi 1,87% pada Oktober, namun masih di bawah rata-rata nasional.

"Kupang termasuk kota terbaik di Indonesia dalam menjaga inflasi. Di Pemkot tidak ada superman, yang ada superteam. Teamwork makes the dream work," tegas Christian.

Pemerintah Kota Kupang, kata dia, telah menempuh sejumlah langkah konkret sepanjang tahun 2025, di antaranya pasar murah bersubsidi dua tahap (Maret dan Agustus) dengan total dana Rp900 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Kemudian operasi pasar dan inspeksi terpadu untuk memastikan pasokan serta harga kebutuhan pokok terkendali, gerakan pangan murah di sejumlah titik menjelang hari besar keagamaan dan peringatan HUT RI, gerakan menanam bersama masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, serta kerja sama lintas daerah dengan penghasil komoditas surplus guna memperlancar distribusi bahan pangan.

Menjelang akhir tahun, Christian mengingatkan seluruh instansi dan pelaku usaha untuk memperkuat koordinasi menjelang Natal dan Tahun Baru, dua momentum yang biasanya mendorong kenaikan harga.

"Dengan kolaborasi yang solid dan semangat pelayanan yang tulus, Kupang akan terus bergerak maju menjadi kota yang mampu menekan inflasi sekaligus mempercepat transformasi digital," pungkasnya. (PO/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik