Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,65% pada September 2025, naik dari 2,31% di bulan sebelumnya.
Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 5,01% yoy, didorong oleh kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
“Inflasi pangan adalah sinyal langsung yang dirasakan masyarakat. Ketika harga bahan pokok naik, bukan hanya dapur yang terpengaruh tetapi juga kestabilan ekonomi rumah tangga,” ujar Financial Analyst Finex, Brahmantya Himawan, melalui keterangannya, Rabu (5/11).
“Namun di balik tantangan ini, ada peluang bagi masyarakat untuk memperkuat literasi finansial dan memahami bagaimana pasar keuangan bisa digunakan untuk melindungi nilai Investasi," tambahnya.
Menurut Brahmantya, inflasi bukan sekadar kenaikan harga, melainkan perubahan daya beli uang.
Dalam kondisi bunga tabungan tidak mampu menandingi inflasi, masyarakat perlu mulai mengenal instrumen investasi yang dapat menjadi 'inflation hedge', seperti emas, reksa dana, dan khususnya trading forex yang menawarkan fleksibilitas dalam merespons perubahan nilai tukar global.
"Kenaikan harga pangan mendorong pelemahan daya beli, tetapi bagi trader yang memahami pergerakan nilai mata uang, volatilitas justru dapat menjadi peluang. Misalnya, ketika inflasi meningkat dan rupiah melemah terhadap dolar AS, peluang trading terbuka untuk melindungi nilai kekayaan,” jelas Brahmantya.
Brahmantya menekankan tiga langkah adaptif bagi masyarakat menghadapi inflasi seperti mengubah pola konsumsi tanpa menurunkan kualitas hidup, dengan memanfaatkan produk lokal dan musiman, menyiapkan diversifikasi pendapatan dan bangun dana proteksi, agar tidak bergantung pada satu sumber penghasilan, serta gunakan peluang di pasar keuangan global, dengan analisis dan manajemen risiko yang baik.
Dengan kondisi inflasi yang tetap terkendali namun berpotensi meningkat dari sisi pangan, edukasi keuangan menjadi kunci untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
"Melawan inflasi bukan berarti menolak perubahan, tetapi belajar menungganginya. Dengan pemahaman finansial dan disiplin, setiap individu bisa menjadikan tantangan ini sebagai kesempatan," pungkasnya. (E-4)
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Kenaikan juga terjadi pada sayuran, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, beras dan terigu.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
CUACA buruk yang melanda seluruh perairan Provinsi Bangka Belitung menyebabkan inflasi pada Januari 2026 mencapai 3,95% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 3,55% (yoy).
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved