Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Saboak, Wajah Baru Ekonomi Kota Kupang

Palce Amalo
19/10/2025 16:53
Saboak, Wajah Baru Ekonomi Kota Kupang
Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) kini simbol kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).(Pemkot Kupang)

AJANG Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) kini simbol kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak diluncurkan, program yang digagas oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis itu berhasil menciptakan ruang ekonomi baru bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Setiap akhir pekan, Taman Nostalgia (Tamnos) disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi warga. Pelaku UMKM dari seluruh kelurahan di Kota Kupang bergantian menjajakan produk kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen lokal.

Dalam empat bulan pelaksanaan dari Juni-Oktober, total perputaran uang di arena Saboak mencapai Rp3,47 miliar, dengan rata-rata 7.000 pengunjung setiap akhir pekan.

Program tersebut dimulai dengan soft launching pada 21 Juni 2025 yang menghadirkan 54 pelaku UMKM dengan nilai transaksi sebesar Rp100 juta. 

ANTUSIASME MENINGKAT

Antusiasme masyarakat meningkat pesat pada bulan berikutnya. Pada pertengahan Juli, jumlah pelaku usaha melonjak menjadi 119 UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp261 juta.

Saboak tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga arena hiburan rakyat dan edukasi publik. Setiap akhir pekan, pengunjung dapat menikmati live music, battle dance, hingga fashion show milenial. 

Pemerintah Kota Kupang juga menghadirkan layanan publik digital, seperti pendaftaran NIB dan pelayanan PBB online guna memudahkan warga mengurus administrasi sambil berekreasi.

MENGANGKAT TEMA HUT RI

Memasuki Agustus dan September 2025, Saboak semakin memikat warga dengan tema-tema khas seperti lomba HUT RI, Festival Komunitas Disabilitas Tunarungu, dan lomba foto prewedding

Salah satu momen paling ramai terjadi pada 6-7 September 2025, ketika digelar Battle Dance Competition yang melibatkan 179 pelaku UMKM dan menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp235 juta.

Sampai awal Oktober 2025, tercatat 195 UMKM yang terlibat dengan nilai transaksi Rp236 juta serta pengunjung sekitar 7.800 orang. Secara total, sejak diluncurkan hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 2.300 UMKM dengan nilai ekonomi miliaran rupiah.

PENTINGNYA RUANG PUBLIK

Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan, bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari gedung tinggi dan jalan mulus, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ruang publik yang hidup dan memberdayakan masyarakat.

“Membangun kota bukan hanya soal infrastruktur besar, melainkan juga bagaimana menghadirkan taman yang sejuk, tempat orang berkumpul dan berinteraksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa revitalisasi Taman Nostalgia dilakukan melalui efisiensi anggaran pemerintah, termasuk pengalihan dana dari pembelian mobil dinas dan perjalanan dinas untuk penataan ruang publik.

"Kami ingin pembangunan kota benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga. Saboak menjadi bukti kreativitas dan efisiensi bisa berjalan bersama,” katanya.

EKONOMI RAKYAT

Wakil Wali Kota Kupang Serena C Francis mengatakan keberhasilan Saboak tidak lepas dari kerja bersama antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat.

“Saboak adalah bukti nyata bahwa kolaborasi menciptakan energi baru untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Serena menegaskan bahwa pelaksanaan Saboak tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, melainkan hasil dari inisiatif dan kemitraan aktif.

“Kami tidak menunggu anggaran. Kami turun langsung mencari sponsor, bertemu pihak swasta, dan bekerja sama. Hasilnya bisa kita lihat, Saboak hidup, ramai, dan bermanfaat,” katanya.

Ia juga mengajak warga untuk menjaga Taman Nostalgia sebagai ruang bersama yang harus dirawat dan dijaga kebersihannya. “Keindahan taman ini tanggung jawab kita semua. Kalau kita ingin ekonomi terus tumbuh, ruang publiknya pun harus kita jaga,” tegasnya. (PO/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya