Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ansor Luncurkan Kelompok Usaha Gotong Royong di 22.800 Desa

Abdillah M Marzuqi
17/10/2025 17:24
Ansor Luncurkan Kelompok Usaha Gotong Royong di 22.800 Desa
Ketum GP Ansor H. Addin Jauharudin saat peluncuran kelompok usaha di Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (17/10).(Dok.HO)

GERAKAN Pemuda Ansor meluncurkan gerakan ekonomi rakyat melalui pembentukan kelompok usaha gotong royong. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H. Addin Jauharudin mengatakan gerakan ini menggunakan pendekatan tiga pilar: korporasi, ekonomi, komunitas, dan individu—yang bahu-membahu bergotong royong membangun fondasi ekonomi rakyat yang kokoh. 

"Gerakan ekonomi rakyat yang kita luncurkan bersama hari ini memiliki program unggulan yaitu kelompok usaha gotong royong dengan sektor usaha membangun kampung peternakan ayam terpadu di 22.800 desa/kelurahan di seluruh Indonesia,” ungkap Addin dalam keterangan yang diterima (17/10).

Program diproyeksikan membentuk 100 kader per desa yang akan menjadi penggerak ekonomi produktif, 100 ekor ayam per kader, artinya akan ada 10.000 ekor ayam per desa, produksi nasional mencapai 228 juta ekor ayam per panen, atau setara dengan 342.000 ton per panen, dalam rentang setahun, total produksi mencapai 2,05 juta ton, nilai ekonomi hingga Rp 115 triliun per tahun, lapangan kerja baru untuk 1,5 juta orang hingga kontribusi terhadap pemenuhan gizi nasional sebesar 0.8%. 

“Visi jangka panjang gerakan ini adalah mengintegrasikan seluruh rantai nilai usaha peternakan ayam, dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, tidak hanya petani atau peternak kecil yang diuntungkan, tetapi seluruh ekosistem ekonomi mulai dari pakan ternak, pemeliharaan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran akan terhubung dalam satu sistem yang saling memperkuat,” tambahnya.

Pemberdayaan

Menteri Koordinator Bidang Pangan H. Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Ansor hari ini, yakni bergerak dalam sektor pangan, sangat sama dengan konsep pemberdayaan pemerintahan Prabowo Subianto. 

“Pangan menyangkut sepertiga penduduk Indonesia, petani kita. Menyangkut peternak dan nelayan kita. Ini harus dibereskan. Buktinya satu tahun ini, kalau kita dulu impor, kita sudah surplus 4 juta ton. Pangan akan menyelesaikan banyak hal. Sebentar lagi petani akan maju. Intinya adalah dalam kepemimpinan pemberdayaan. Seperti yang dilakukan oleh GP Ansor,” kata Zulkifli.

Bupati Kabupaten Bandung H. Dadang Supriyatna menyambut baik langkah GP Ansor. Dirinya bahkan menyiapkan 4 hektare untuk GP Ansor dalam pengembangan peternakan hingga pakan. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya