Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA Rabu (9/7), salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Majalengka belum mendapatkan murid baru. Jumlah siswa yang masih bersekolah pun minim.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, SDN 3 Kertasari, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka hingga hari ini, Rabu (9/7) belum mendapatkan siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. “Hingga hari ini, belum ada satu pun orangtua yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut,” tutur Asikin, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kertajati, Rabu (9/7).
Ini berarti di sekolah tersebut belum ada murid baru untuk siswa kelas satu. Namun, lanjut Ikin, jika ada siswa baru yang mendaftar, pihak sekolah akan tetap menerima.
Sementara itu Kepala SDN Kertasari 3, Sofia Widawaty, menjelaskan bahwa kini sekolah yang dipimpinnya hanya memiliki 18 siswa aktif. “Sebelumnya berjumlah 19 siswa, namun satu di antaranya pindah ke sekolah lain,’ tutur Sofia. Sedangkan sebaran siswa per kelas juga sangat timpang. Untuk kelas 1 dan kelas 5 saat ini kondisinya kosong. Sedangkan kelas 2 ada tiga siswa, kelas 3 ada empat siswa, kelas 4 ada tiga siswa dan kelas 6 ada delapan siswa.
Dijelaskan Sofia, setiap tahun sekolah mereka kesulitan mendapatkan murid baru. “Kebanyakan orangtua lebih memilih untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah yang lebih dekat atau yang lebih ramai,” tutur Sofia. SDN Kertasari 3 merupakan hasil relokasi dari bangunan lama yang terdampak proyek pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, dan kembali dibangun pada 2017 dengan total sepuluh ruang kelas yang hingga kini masih layak pakai.. Dari sisi fasilitas, SDN Kertasari 3 terbilang memadai.
Namun faktor geografis menjadi kendala utama. Lokasi sekolah yang terpencil, sekitar 500 meter dari pemukiman warga dan berada di tengah sawah, membuat banyak orang tua enggan menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut.
Selain permasalahan siswa, minimnya tenaga pengajar juga menjadi masalah di sekolah tersebut. Dijelaskan Sofia, saat ini, hanya ada dua guru aktif di sekolah tersebut. Satu guru berstatus PNS dan satu guru honorer. “Guru yang bersatus PNS Juli ini akan pensiun. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar harus digabung dalam satu ruangan meskipun tersedia cukup ruang kelas. “Kami terpaksa menggabungkan semua siswa dalam satu kelas karena kekurangan guru,” tutur Sofia.
Selanjutnya Sofia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar sekolah tersebut bisa terus melayani kebutuhan pendidikan untuk warga setempat.
Sementara itu, Kadisdik Majalengka, Rd. Muhammad Umar Ma'ruf menjelaskan proses SPMB di Kabupaten Majalengka berjalan dengan baik. “Namun memang ada beberapa kendala. Contohnya di salah satu sekolah dasar di Kertasari 3 di Kecamatan Kertajati,” tutur Umar. Belum adanya pendaftar di SDN Kertasari 3 dipengaruhi oleh letak geografis sekolah yang cukup jauh dari permukiman warga. “Sehingga calon peserta didik memilih mendaftar ke sekolah lain yang lebih dekat,” tutur Umar. (H-2)
Penguatan kepemimpinan kepala sekolah merupakan bagian kunci dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Inisiatif pemerintah melalui Sekolah Rakyat ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha dan praktisi pengembangan sumber daya manusia.
Nilai rapor yang sempurna tidak lagi menjamin kesiapan anak menghadapi dunia nyata jika tidak dibarengi dengan daya tahan mental.
Chromebook yang rusak dibiarkan tidak terpakai. Sekolah memilih mengoperasikan laptop lama berbasis Windows untuk mendukung kegiatan siswa,
Saat SPMB tahap 2 ditutup, SMPN 1 Talun awalnya kurang 18 murid baru. Melalui optimalisasi, saat ini sudah masuk 11 siswa di SMPN 1 Talun.
MASA pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) siswa baru di beberapa daerah sudah akan dimulai, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mendorong sekolah untuk membuat MPLS yang kreatif. P
Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka SPMB Gelombang II yang dilaksanakan Senin (7/7) hingga Jumat (11/7).
Proses verifikasi dan validasi tidak berkaitan dengan SMA atau SMK tujuan yang akan dipilih dalam proses SPMB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved