Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang di perairan Bengkulu, yang diperkirakan mencapai empat meter.
BMKG Fatmawati Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang yang diperkirakan mencapai empat meter pada pase maksimumnya di perairan Bengkulu.
Prakirawan cuaca BMKG, Intan Rahma, di Bengkulu, mengatakan, gelombang di perairan Bengkulu, berada dalam rentang sedang hingga tinggi, antara dua meter hingga mencapai empat meter.
"Nelayan diminta untuk selalu waspada saat melaut karena prakiraan gelombang sedang hingga tinggi antara dua meter dan bisa mencapai empat meter," katanya
Selain itu, lanjut dia, BMKG juga mencatat potensi angin kencang di laut dengan kecepatan maksimum mencapai 55 kilometer per jam.
BMKG telah mengeluarkan Imbauan yang di khususkan kepada para nelayan, terutama nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil, untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melaut.
"BMKG terus memantau perkembangan cuaca secara berkala dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi BMKG," imbuhnya.
Selama melaut, kata dia, sangat pentingnya kehati-hatian ekstra bagi para nelayan dalam menghadapi kondisi cuaca tersebut guna menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas di perairan Bengkulu.(H-2)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved