Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Riau Abdul Wahid bersama Wagubri SF Hariyanto melakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8 Kantor Dinas PUPR Riau, Kota Pekanbaru, Selasa (4/3).
Dikatakan Abdul Wahid, audiensi bersama PUPR Riau ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran. Sehingga, perbaikan jalan dan jembatan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar tanpa hambatan akibat kerusakan bencana alam.
"Kami berkunjung ke PUPR Riau dalam rangka memastikan agar tidak ada jalan yang putus akibat hujan, longsor, atau banjir. Jika ada jalan yang terdampak, harus segera diperbaiki agar arus angkutan barang dan orang tetap bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Wahid menjelaskan, bahwa kenyamanan akses lalu lintas dengan baik sangat penting bagi perekonomian daerah. Ia meminta, Dinas PUPR untuk bekerja optimal guna memastikan masyarakat tetap aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Jangan sampai nanti masyarakat kesulitan ya. Ini apalagi mau lebaran. Kami ingin memastikan PU bekerja optimal 24 jam, untuk mengatasi agar masyarakat tetap nyaman dan bisa melaksanakan aktivitasnya," jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Abdul Wahid juga menyoroti pentingnya perencanaan infrastruktur jangka panjang. Ia meminta agar ada program strategis yang tidak hanya menangani perbaikan jalan yang rusak, tetapi juga mendukung konektivitas antardaerah, termasuk akses ke destinasi wisata.
"Ya tentu kita pingin tahun ini ada juga perencanaan yang harus disiapkan dalam rangka menunjang konektivitas antardaerah. Kemudian menuntaskan jalan menuju tempat pariwisata seperti Bono, dan perbaikan jembatan yang mangkrak," ungkapnya.
Orang nomor satu di Riau ini menerangkan beberapa titik jalan yang akan menjadi prioritas perbaikan, termasuk ruas jalan di Ujung Batu, Sinaboi, Inhu-Kuansing, dan Inhil-Rengat. Perbaikan ini dianggap mendesak agar arus mudik Lebaran berjalan lancar tanpa kendala infrastruktur.
"Menjelang Lebaran, kita harus pastikan titik-titik jalan yang rawan diperbaiki. Beberapa lokasi seperti Ujung Batu, Sinaboi, Inhu-Kuansing, dan Inhil-Rengat harus segera ditangani. Selain itu, jembatan yang putus kontrak tahun lalu harus segera disambung kembali agar tidak menjadi hambatan bagi masyarakat," pungkasnya. (H-1)
Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi.
ANGKA kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda motor menjadi sorotan setiap tahunnya. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengimbau masyarakat memanfaatkan mudik gratis
Panduan lengkap tradisi bagi-bagi THR untuk keponakan di tahun 2026. Mulai dari etika pemberian, nominal ideal sesuai usia, hingga tips hemat lebaran.
Seminggu jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri resmi memetakan titik krusial kemacetan untuk menjamin kelancaran arus mudik tahun ini.
Puncak arus mudik lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Mengantisipasi lonjakan masyarakat, Polda Jateng mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan
persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, di tengah proyeksi 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode libur mudik lebaran 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol. Hal itu guna mendukung kelancaran arus mudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan puncak kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 akan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret 2026.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
AKTIVITAS angkutan laut menjelang arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim) Kalimantan Tengah , diperkirakan lebih ramai tahun ini.
Selain kesiapan infrastruktur jalan, Dishub Kabupaten Bekasi juga menyiapkan dukungan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas selama masa mudik.
Kuota sebanyak 5.000 peserta sudah terpenuhi hanya dalam enam jam sejak dibukanya pendaftaran pada 3 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved