Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Hisab Rukyat Provinsi Sulawesi Selatan telah mengumumkan hasil perhitungan untuk menentukan tanggal 1 Ramadan 1446 H. Ijtima akhir Sya'ban 1446 H terjadi pada pukul 18.47 Wita, dan berdasarkan data astronomi yang telah dihimpun, tanggal 1 Ramadhan kemungkinan jatuh pada 1 Maret 2025. Ketua Bidang Hisab Rukyat Abbas Padil, menegaskan bahwa data yang digunakan dalam perhitungan ini diambil dari Ephemeirs Hisab Rukyat Kementerian Agama RI Tahun 2025 dan Program Win Hisab dari Kementerian Agama RI.
"Dalam perhitungan yang dilakukan, beberapa data penting yang diperoleh 28 Februari 2025 pada pukul 18.21 wita, sementara bulan terbenam pada pukul 18.37 Wita. Tinggi lihat hilal tercatat sebesar 3° 38'. Posisi hilal berada 1° 33' sebelah utara matahari, dengan lama hilal di atas ufuk selama 16 menit," jelas Abbas
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Aliyafid mengatakan, posisi hilal memang belum maksimal. "Bahkan sudut elongasi hanya terlihat pada sudut 4°, yang seharusnya ada di sudut 6° 4'," katanya.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, R Jamroni mengungkapkan, perbedaan ketinggian lokasi dapat mempengaruhi waktu pengamatan hilal. "Orang yang berada di tempat yang lebih tinggi bisa melihat bulan lebih lama dibandingkan dengan yang berada di tempat lebih rendah," jelasnya.
Ia mengungkapkan, jika di wilayah Aceh telah memenuhi semua kriteria Mabims (Majelis Ulama Indonesia), sementara daerah lain di Indonesia masih menunggu hasil pengamatan. "Kemungkinan besar, Aceh akan menjadi lokasi terakhir yang melihat hilal, dan data tersebut akan dikirimkan ke sidang isbat sebagai bukti," tuturnya.
Dengan hasil pengamatan yang positif, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan tarawih malam ini dan memulai puasa esok hari. Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI. (H-4)
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Tim pemantau hilal dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang melaporkan bahwa fenomena hilal tidak terlihat di wilayah Malang, Jawa Timur, pada sore hari, Selasa (17/2).
Secara keseluruhan, tinggi hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Kepulauan Mentawai.
Posisi tinggi bulan berada di posisi minus satu derajat. Sementara untuk imkan rukyat yang disepakati, tinggi bulan harus berada di atas 3,0 derajat, hari ini tidak terpenuhi.
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
Minggu (1/3), penerbangan kedatangan rute Jeddah–Makassar yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air sukses mendarat dengan selamat membawa sebanyak 386 penumpang.
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar. BPBD mengevakuasi warga dan mengaktifkan sistem peringatan dini untuk mencegah dampak lebih luas.
petugas menyisir lapak demi lapak di area dalam pasar. Sampel makanan diambil langsung dari pedagang, lalu diuji di tempat menggunakan metode rapid test
Harga pangan di Pasar Terong terpantau relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
Masjid Al-Markaz juga mengoperasikan dapur umum khusus yang memproduksi 1.000 hingga 1.200 porsi hidangan berbuka puasa setiap harinya untuk para jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved