Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENENTUAN awal bulan dalam kalender Hijriah, khususnya untuk memulai ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri, selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam di Indonesia. Kunci utama dari penentuan ini adalah penampakan hilal.
Namun, apa sebenarnya hilal itu? Mengapa pencariannya sering kali memicu diskusi hangat terkait perbedaan tanggal lebaran? Berikut adalah panduan lengkap mengenai pengertian hilal, kriteria teknisnya, hingga daftar titik pemantauannya di Indonesia.
Secara etimologi, hilal berasal dari bahasa Arab yang berarti bulan sabit. Dalam dunia astronomi, hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak) antara matahari dan bulan di arah dekat matahari terbenam.
Hilal menjadi sangat krusial karena merupakan penanda masuknya bulan baru dalam kalender komariah (hijriah). Karena usianya yang masih sangat muda, hilal tampak sangat tipis dan hanya muncul dalam waktu singkat sebelum ikut tenggelam bersama matahari.
Sejak tahun 2022, Indonesia bersama negara anggota MABIMS menerapkan kriteria baru untuk menentukan visibilitas hilal (imkanur rukyat). Kriteria ini lebih ketat dibandingkan aturan sebelumnya:
Jika posisi hilal berada di bawah angka tersebut, cahaya bulan sabit dianggap terlalu redup untuk bisa dibedakan dari cahaya syafak (senja).
Melihat hilal bukanlah perkara mudah. Ada dua metode utama yang digunakan di Indonesia:
Untuk tahun 2026, pemantauan dilakukan di 117 titik strategis. Berikut beberapa lokasi utamanya:
| Wilayah | Lokasi Utama |
|---|---|
| DKI Jakarta | Gedung Kanwil Kemenag, Pulau Karya, JIC |
| Jawa Barat | Observatorium Bosscha, POB Cibeas Sukabumi |
| Jawa Timur | Pantai Condrodipo, Tanjung Kodok |
| Aceh | Lhoknga, Tugu Nol Kilometer Sabang |
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved