Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak, khususnya sapi, masih berjangkit di Kabupaten Agam.
Terhitung sejak Desember 2024 sampai awal Januari 2025, puluhan hewan ternak dilaporkan terserang PMK.
Sejak akhir November 2024, kasus PMK kembali ditemukan di Kabupaten Agam dengan jumlah ternak terjangkit mencapai 28 ekor sapi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu menjelaskan, salah satu penyebab munculnya kembali kasus PMK adalah kelembaban udara tinggi yang memicu aktivitas virus dan bakteri.
“Virus dan bakteri yang sebelumnya dorman kembali aktif karena kelembaban udara yang meningkat,” ujarnya.
Arief menjelaskan, ada 4 penyebab utama penularan PMK, yang pertama kontak langsung dari hewan sakit ke hewan sehat.
Kemudian penularan dari manusia melalui virus yang ikut menempel pada atribut peternak, seperti baju, sepatu, alat kandang dan lain -lain.
Virus PMK juga bisa menyebar melalui produk hewan seperti pakan sisa. Dan yang terakhir, PMK dapat menyebar melalui udara.
Sementara itu, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Agam Sri Hilmayeni menambahkan, diperlukan biosekuriti dalam upaya pencegahan penyebaran PMK yang harus ditaati baik itu oleh petugas maupun peternak.
“Ternak yang terjangkit PMK harus segera di isolasi atau dipindahkan jauh dari lokasi kandang ternak lainnya,” tutur Yeni.
Selanjutnya, peternak juga harus memastikan sanitasi lingkungan sekitar kandang terjaga kebersihannya dan melakukan desinfeksi atau penyemprotan menggunakan desinfektan terhadap barang yang dapat menjadi media penyebaran PMK.
“Saat ini, vaksin PMK tidak tersedia di unit-unit pelayanan Puskeswan, sehingga peternak harus bisa mencegah dan melakukan pengobatan secara mandiri dengan didampingi oleh petugas,” tambah Yeni.
Untuk hewan ternak yang telah terserang PMK, peternak harus menjaga ternak tersebut tetap bisa makan, agar kondisi tetap kuat. Salah satu caranya dengan melakukan semprotan halus (spraying) ke hidung dan mulut sapi dengan campuran 2 liter air hangat, 7 buah jeruk nipis dan 20 gram citrus powder (bubuk sari jeruk). Lakukan spraying 5 kali sehari dengan interval yang sama. Dapat juga ditambahkan vitamin penurun stress (anti stress) dan penambah nafsu makan.
“Tetap diberikan pakan yang cukup dan berkualitas agar kondisi ternak terjaga,” tambah Yeni.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan. Dengan langkah proaktif dan kesadaran peternak, Yeni yakin akan mampu menekan angka penularan PMK di Kabupaten Agam. (H-2)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
Kementerian Pertanian memastikan akan terus menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai langkah strategis pengendalian PMK.
Penyuntikan 33.525 dosis vaksin diprioritaskan untuk sapi, karena hewan ternak sapi yang paling banyak terjangkit PMK.
Vaksin ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi bagi hewan ternak, mengingat pentingnya menjaga kesehatan sapi, kambing, dan domba, jelang Idul Adha
vaksinasi lebih diprioritaskan untuk sapi betina karena perannya yang penting dalam pengembangbiakan hewan ternak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved