Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) kian mengkhawatirkan. Di Pacitan, Jawa Timur, dari total populasi ternak yang mencapai 59 ribu ekor, 791 sapi telah terinfeksi PMK. Ironisnya, hingga saat ini para peternak sama sekali belum mendapat bantuan vaksin.
"Hari ini kami sudah tidak memiliki vaksin PMK. Stok sudah habis digunakan tahun lalu. Tahun ini kami sedang ajukan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, di Pacitan, Minggu (12/1).
Sugeng mengak belum ada bantuan vaksin yang diberikan baik oleh pemerintah provinsi maupun pusat. Anggaran pengadaan vaksin di tingkat nasional untuk tahun 2025 juga belum dialokasikan.
"Kami terus berkomunikasi dengan provinsi dan kementerian, tetapi belum ada bantuan yang masuk," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pacitan mengajukan bantuan 80 ribu vial vaksin ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian untuk menangani wabah PMK yang telah menjangkiti ratusan ekor ternak sapi di daerah itu.
Sugeng menambahkan, peternak yang membutuhkan vaksin lebih cepat mau tidak mau mempertimbangkan opsi nonsubsidi. Adapun, sementara sapi yang terjangkit virus PMK tetap ditangani melalui pengobatan dengan vitamin dan penyemprotan desinfektan. (Ant/Z-11)
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Jawa Timur pada awal tahun, bahkan cenderung meningkat drastis. Tercatat sebanyak 839 kasus ditemukan di 19 kabupaten di Jawa Timur.
PETERNAK sapi di Jawa Timur perlu waspada menyusul ditemukannya 30 ekor sapi di Kabupaten Ngawi terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyiapkan sebanyak 300 orang juru sembelih halal (juleha) dalam pelaksanaan kurban.
PASAR hewan di Jawa Timur (Jatim) yang dinilai masih rawan munculnya Penyakit Mulut Kuku (PMK), jelang Hari Raya Idul Adha diimbau untuk ditutup sementara.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Kementerian Pertanian memastikan akan terus menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai langkah strategis pengendalian PMK.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendistribusikan 652.300 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ditjen PKH akan melakukan vaksinasi serentak pada bulan vaksinasi di Februari dan Maret nanti.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Ajbar mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian ketersediaan vaksin penyakit mulut dan kaki (PMK) bagi peternak.
KASUS penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku belah atau genap di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) merebak.
Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, memutuskan untuk menutup pasar hewan di wilayah setempat selama dua pekan. Langkah itu diambil guna mencegah penyebaran wabah PMK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved