Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

30 Sapi di Ngawi Positif PMK, Disnak Jatim Bergerak Cepat Cegah Penularan

Faishol Taselan
27/1/2026 20:53
30 Sapi di Ngawi Positif PMK, Disnak Jatim Bergerak Cepat Cegah Penularan
Ilustrasi(Dok Pexels)

PETERNAK sapi di Jawa Timur perlu waspada menyusul ditemukannya 30 ekor sapi di Kabupaten Ngawi terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas Peternakan Provinsi Jatim menyatakan situasi di lapangan terkendali. 

“Tim Pemprov Jatim sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mendata agar tidak menyebar,” kata Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani di Surabaya, Selasa (27/1). 

Hasil pendataan sementara jumlah tersebut berada di 10 kecamatan di Kabupaten Ngawi dan 15 Desa. Indyah memastikan terus melakukan koordinasi dengan Kabupaten Ngawi. Indyah juga memastikan, Rabu (27/1) Dinas Peternakan Provinsi Jatim akan mendistribusikan vaksin ke sejumlah daerah di Jawa Timur. 

"Ini untuk mengantisipasi agar tidak meluas,” ujarnya. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim Iswahyudi dalam kesempatan terpisah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut memang ada lonjakan kasus virus PMK pada awal 2026 namun sebarannya masih terkendali. Peningkatan kasus secara epidemiologi dipicu oleh pergantian musim.

Lonjakan kasus PMK tidak hanya dialami oleh provinsi Jatim saja. Iswahyudi menyebut peningkatan kasus pada awal tahun terjadi secara nasional dan sekitar 10 provinsi melaporkan kondisi serupa. 

“Secara nasional ada peningkatan kasus PMK di Januari. Ini dipengaruhi pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dengan intensitas cukup lebat, sehingga kondisi kesehatan ternak menurun dan virus masih berpotensi muncul,” ujarnya. 

Meski ada laporan lonjakan kasus, Iswahyudi menegaskan Provinsi Jatim berstatus bebas PMK. Artinya, potensi virus masih ada namun sebarannya dapat ditekan melalui vaksinasi secara berkala.

“Indonesia dan Jawa Timur bebas PMK dalam arti terkendali. Vaksinasi terus kita lakukan secara berkelanjutan untuk sapi, kambing, kerbau, dan babi. Vaksinasi dilakukan setiap enam bulan,” jelasnya.(FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya