Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Emil Dardak Sebut Kasus PMK di Jatim Meningkat Drastis Awal 2026

Faishol Taselan
28/1/2026 16:32
Emil Dardak Sebut Kasus PMK di Jatim Meningkat Drastis Awal 2026
Ilustrasi(Dok Pexels )

WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Jawa Timur pada awal tahun, bahkan cenderung meningkat drastis. Tercatat sebanyak 839 kasus ditemukan di 19 kabupaten di Jawa Timur. 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Rabu (28/1) mengatakan, Dinas Peternakan Jatim per 26 Januari 2026, menemukan kasus PMK pada hewan ternak meningkat jadi 839 kasus yang tersebar di 19 kabupaten. 

“Dari total kasus tersebut, sebanyak 221 ekor sapi dinyatakan sembuh. Sedangkan 605 ekor hewan masih berstatus sakit dan dalam penanganan intensif,” kata Emil di Surabaya.

Dinas Peternakan Jatim juga mencatat, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, sedangkan lima ekor lainnya harus dipotong paksa. Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 103 ekor sapi terjangkit virus.

Emil membenarkan bahwa ada peningkatan kasus PMK pada awal 2026 yang didominasi pada sapi pedaging. 

“Pada Januari 2026 ada peningkatan kasus PMK, kebanyakan terjadi pada sapi pedaging,” kata. 

Ia mengungkapkan, ada berbagai faktor pemicu peningkatan virus PMK. Mulai dari tingginya pergerakan hewan ternak untuk persiapan Idul Adha dan faktor pergantian cuaca. 

“Pergerakan sapi mulai meningkat menghadapi Hari Raya Kurban dan kondisi (pergantian) musim rawan penyebaran PMK,” jelasnya. 

Guna menekan penyebaran PMK, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) untuk mengalokasikan 1,51 juta dosis vaksin PMK. 

Emil menyebut distribusi vaksin akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Sebanyak 453 ribu dosis vaksin dijadwalkan segera tiba dan langsung disebar ke wilayah paling rawan penyebaran. 

“453 ribu vaksin insyaallah akan sampai dan segera didistribusikan untuk pencegahan. Yang sudah terpapar PMK, langsung diobati,” katanya. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya