Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Antisipasi PMK, Vaksinasi Digelar untuk Sapi, Kambing, dan Domba

Ardi Teristi Hardi
04/2/2026 20:55
Antisipasi PMK, Vaksinasi Digelar untuk Sapi, Kambing, dan Domba
Ilustrasi(Dok satujabar)

DINAS Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggiatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kambing dan domba. Pasalnya, kasus penyakit ini kembali meningkat di beberapa kabupaten di DIY walau tidak ada temuan kasus PMK di Kota Yogyakarta.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta drh Imam Abror mengatakan vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.

“Ini coba kita berikan langkah preventif untuk diberikan vaksin PMK supaya sapi-sapi (dari luar) yang kemudian nanti masuk ke Kota Yogyakarta tidak menulari sapi-sapi dan kambing domba yang ada di Kota Yogyakarta,” kata  drh Imam dalam siaran pers, Rabu (4/2).

Petugas medik veteriner dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyuntikkan vaksin PMK pada ternak sapi di kandang kelompok ternak sapi di Bener yang menyasar 9 ekor sapi dan 19 ekor domba. 

Vaksinasi PMK pada sapi di Bener rata-rata adalah booster atau vaksin lanjutan, sedangkan pada domba kebanyakan adalah vaksin pertama. Vaksinasi PMK di Kota Yogyakarta dilaksanakan pada 3-5 Februari 2026. Jumlah vaksin yang disiapkan sekitar 120 dosis vaksin dengan sasaran sapi 40 ekor, kambing dan domba 160 ekor.

PMK, lanjut dia, disebabkan oleh virus Aphthovirus yang rentan menyerang pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing dan domba. Gejala-gejala PMK antara lain adanya luka lesi pada mulut dan kaki khususnya bagian kuku. Kondisi hewan ternak biasanya tidak bisa berdiri dan kadang sampai lepas kuku.

“Dampak buruknya terutama kerugian ekonomi. Walaupun tingkat kematian di hewan tidak terlalu tinggi, tapi bisa berdampak sapi maupun domba kambing memiliki rasa sakit yang tinggi. Produktivitas akan menurun, berat badan akan menurun, sehingga kerugian peternak itu ada di situ,” terangnya.

Pihaknya mengajak peternak maupun masyarakat yang memiliki ternak sapi, kambing dan domba untuk melaporkan kepada petugas atau Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta agar diberikan vaksin PMK. Selain itu terkait  lalu lintas ternak, peternak diimbau untuk tidak membeli sapi, kambing dan domba dahulu untuk mencegah penularan PMK.

“Kalau misalkan terpaksa harus membeli, juga harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Kemudian nanti lapor petugas supaya bisa langsung dicek kondisi sapi yang habis dibeli,” papar drh. Imam.

Ketua Kelompok Ternak Sapi Tri Handani Rejo, Banardi mengucapkan terima kasih atas giat vaksinasi PMK dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta. Pemberian vaksin PMK itu membantu para peternak untuk mencegah penyakit PMK dan menjaga kesehatan ternak. Dia mengaku juga khawatir  ternaknya bisa tertular dengan kasus PMK di kabupaten lain di DIY yang kembali meningkat.

“Sangat-sangat mendukung sekali programnya untuk vaksinasi PMK yang kedua kali (booster)," kata dia. 

Vaksinasi sangat membantu untuk kesehatan ternak sapi-sapi itu sendiri dan diharapkan PMK tidak sampai menulari ternak di Kota Yogyakarta.

"Kita rutin pembersihan sapi, sanitasi dari kesehatan hewan itu sendiri, lingkungannya. Lebih hati-hati dan lebih memperhatikan ternak kesehatan ternaknya,” imbuh Banardi yang memiliki empat ekor sapi.

Peternak domba di Bener, Dede Nugroho berharap dengan vaksinasi itu, kambing-kambing tidak terkena PMK. “Biar tidak terkena (PMK). Biar sehat” tutup Dede. (h-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya