Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TSUNAMI yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar di dunia. Gelombang raksasa yang dihasilkan gempa berkekuatan 9,1-9,3 SR menghancurkan ribuan rumah, infrastruktur, dan merenggut ratusan ribu nyawa.
Kini, setelah dua dekade berlalu, Aceh telah bertransformasi secara perlahan dan sudah kembali pulih. Beberapa daerah yang dulu hancur akibat tsunami dan sudah bangkit dan normal kembali.
Sebagai ibu kota provinsi Aceh, Banda Aceh menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Ribuan bangunan, termasuk rumah, sekolah, dan fasilitas publik, luluh lantak. Masjid Baiturrahman, salah satu ikon kota, menjadi saksi bisu tragedi ini meskipun tetap berdiri kokoh.
Saat ini, Banda Aceh telah bangkit kembali sebagai kota yang lebih modern. Infrastruktur utama seperti jalan, jembatan, dan sekolah telah direkonstruksi. Masjid Baiturrahman kini menjadi simbol ketangguhan masyarakat Aceh. Kota ini juga memiliki Museum Tsunami yang menjadi pengingat tragedi dan edukasi tentang mitigasi bencana.
Hampir sama dengan Banda Aceh, Kota ini juga mengalami kehancuran hebat karena posisinya yang dekat dengan episentrum gempa (daerah di permukaan bumi yang dekat titik pusat gempa). Hampir 70% wilayah Meulaboh hancur, dengan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Butuh kurang lebih satu dekade untuk Meulaboh berkembang menjadi kota pesisir yang tangguh. Rekonstruksi yang dilakukan melibatkan pembangunan pemecah gelombang, rumah tahan tsunami, dan fasilitas pendidikan. Wilayah ini juga telah kembali menjadi pusat perikanan dan perdagangan lokal.
Ketika bencana melanda, hampir seluruh kota ini rata dengan tanah akibat tsunami. Banyak korban jiwa berjatuhan, dan hanya sedikit infrastruktur yang tersisa.
Calang kini telah dibangun ulang dengan pendekatan mitigasi bencana. Rumah-rumah tahan tsunami dan area evakuasi telah dibuat. Kehidupan masyarakat mulai normal dengan adanya pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang baru.
Kecamatan Lhoknga yang terletak di pesisir pantai hampir sepenuhnya terhapus dari peta akibat tsunami. Hampir seluruh penduduk desa kehilangan tempat tinggal.
Lhoknga kini telah menjadi destinasi wisata terkenal, terutama untuk surfing. Infrastruktur baru seperti hotel, restoran, dan fasilitas umum telah dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Masyarakat setempat juga memanfaatkan pariwisata sebagai sumber penghasilan utama.
Wilayah Aceh Besar yang berada di sekitar Banda Aceh juga mengalami kerusakan parah. Desa-desa pesisirnya ikut hancur luluh lantah akibat terjangan gelombang.
Aceh Besar telah bangkit dengan program-program rehabilitasi desa yang melibatkan masyarakat lokal. Pertanian dan perikanan, sebagai sektor utama, telah kembali pulih. Sekolah dan fasilitas kesehatan juga telah tersedia untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
Dua dekade setelah tsunami Aceh, daerah-daerah yang dulunya hancur kini telah bangkit kembali dengan semangat yang luar biasa.
Rekonstruksi fisik dan mental masyarakat Aceh menjadi bukti ketangguhan manusia dalam menghadapi bencana. Aceh tidak hanya pulih tetapi juga menjadi lebih kuat, siap menghadapi masa depan dengan optimisme yang tinggi. (Bpba aceh/Z-3)
Kiprah lembaga riset mitigasi tsunami tersebut sudah mendunia. Banyak pakar atau peneliti dari berbagai belahan dunia pernah berkolaborasi dengan TDMRC
Tragedi Tsunami Aceh 2004 diabadikan melalui monumen, museum, dan karya seni, termasuk dua film inspiratif, Hafalan Shalat Delisa (2011) dan Aceh: Beyond the Tsunami (2017).
Tsunami adalah gelombang laut besar yang dihasilkan aktivitas geologis seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, atau longsor bawah laut. Ini proses terjadinya tsunami.
Ini tujuh tsunami terbesar di dunia yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan besar, mulai dari Tsunami Lisbon (1755) hingga Tsunami Tohoku Jepang (2011).
Pasca-tsunami 2004, Indonesia, khususnya Aceh, memperkuat sistem mitigasi bencana dengan memperkenalkan Ina-TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System).
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
DI tengah selimut duka akibat banjir besar Rabu 26-27 November lalu, kini masyarakat Aceh khusyuk dan khidmat larut dalam doa memperingati 21 tahun bencana alam tsunami.
SBY menyebut penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra kompleks dan membutuhkan waktu, sumber daya, serta kebijakan yang matang.
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan perbedaan penanganan tsunami Aceh pada 2004 silam dengan banjir yang melanda Sumatra pada tahun ini.
Perbandingan data bencana tsunami Aceh 2004 vs banjir bandang 2025: tsunami adalah pembunuh massal yang terpusat, sementara banjir bandang adalah perusak infrastruktur yang luas.
Dalam kondisi krisis, pemimpin harus turun. Selain itu, crisis mindset dan sikap mental sense of urgency harus bisa ditanamkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved