Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
--- Analisis tsunami Aceh vs banjir Aceh menunjukkan perbedaan pola ancaman yang mencolok: Tsunami adalah pembunuh massal yang terpusat, sementara banjir bandang 2025 adalah penghancur infrastruktur yang tersebar luas.---
LEBIH dari dua dekade setelah tsunami dahsyat 2004, Provinsi Aceh kembali diuji dengan bencana hidrometeorologi, yaitu banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu siklon tropis Senyar pada November-Desember 2025. Kini, 20 hari pascabanjir, banyak wilayah masih terisolir.
Bagaimana sebenarnya perbandingan skala kerusakan tsunami Aceh 2004 vs banjir bandang 2025? Bagaimana kecepatan penanganannya?
Skala Kerusakan
Perbandingan data antara kedua tragedi ini menunjukkan perbedaan pola ancaman yang mencolok: Tsunami adalah pembunuh massal yang terpusat, sementara banjir Sumatra adalah penghancur infrastruktur yang tersebar luas.
Analisis data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan bahwa tsunami 2004 memiliki daya rusak yang lebih terkonsentrasi di garis pantai, sementara Banjir 2025 menyebar dan melumpuhkan hampir seluruh provinsi.
|
Indikator |
Tsunami Aceh (2004) |
Banjir Aceh (Nov-Des 2025) |
|
Jenis Bencana |
Gempa Bumi & Tsunami (Megathrust) |
Banjir Bandang & Tanah Longsor (Hidrometeorologi) |
|
Status Bencana |
Bencana Nasional |
Bencana Daerah (Status Darurat Provinsi) |
|
Pola Kerusakan |
Garis Pantai: Kehancuran total di zona 3-6 km dari laut. Wilayah pedalaman/tengah relatif aman. |
Menyebar: Dari pesisir hingga pegunungan tengah (Aceh Tengah, Bener Meriah) terkena dampak. |
|
Cakupan Wilayah |
13 Kabupaten/Kota (Terpusat di Pesisir Barat, Banda Aceh, Meulaboh, dsk) |
18+ Kab/Kota (Merata: Aceh Utara, Timur, Tamiang, Tenggara, dll) |
|
Korban Jiwa (Aceh) |
± 200.000+ Jiwa |
± 100+ Jiwa (Total Sumatra 1.053 jiwa per 16 Desember 2025) |
|
Jumlah Pengungsi |
± 500.000 - 600.000 Jiwa |
± 572.000 Jiwa |
|
Rumah Rusak |
± 139.000 Unit |
± 100.569 Unit |
|
Jembatan Rusak |
± 271 - 400 Unit |
± 125 - 332 Unit |
|
Kerugian Ekonomi |
± Rp 45 - 50 Triliun |
Estimasi Triliunan Rupiah (Masih dihitung) |
Perbandingan Kecepatan Penanganan: Logistik, Medis, Akses
Penanganan darurat menunjukkan adanya kemajuan teknologi dan koordinasi institusi (BNPB) pada 2025, namun tantangan geografis tetap menjadi penghalang.
|
Indikator Penanganan |
Tsunami Aceh (2004) |
Banjir Aceh (Nov-Des 2025) |
|
Model Distribusi |
Terpusat Internasional: Bantuan dikumpulkan di Bandara SIM & pelabuhan, lalu didrop via helikopter militer asing ke kantong-kantong terisolir. |
Tersebar Domestik: Mengandalkan jalur darat & dapur umum mandiri. Terhambat karena jalan putus di banyak titik sekaligus. |
|
Kecepatan Bantuan Tiba |
H+2: Helikopter chinook asing sudah berterbangan di langit Aceh, menyalurkan bantuan ke wilayah terisolir.
Kapal Induk US SS Abraham Lincoln, Kapal Rumah Sakit militer Amerika USNS Mercy, kapal medis militer Singapura, Malaysia, Australia, dan India merapat ke lepas pantai Aceh. |
H+1 s/d H+3: Cepat di kota pusat kabupaten, namun sangat lambat (H+7 ke atas) masuk ke desa pedalaman yang terisolir longsor. |
|
Wilayah Segera Dapat Bantuan |
Kota Banda Aceh, Kota Sigli, Lhokseumawe (akses bandara/pelabuhan masih utuh). |
Kota Lhokseumawe, Langsa, dan Ibukota Kabupaten (akses jalan nasional relatif cepat pulih). |
|
Status Isolasi (H+7) |
Pesisir Barat Lumpuh Total: Meulaboh, Calang, Aceh Jaya terisolir total selama >2 minggu (hanya bisa via laut/udara). |
Pedalaman Terputus: ± 115 Desa (terutama di Aceh Tengah, Tamiang, Gayo Lues) masih terisolir total hingga minggu ke-3 karena longsor. |
|
Kecepatan Perbaikan Jembatan |
Bulanan: Butuh waktu lama mendatangkan jembatan bailey (darurat) karena akses jalan menuju lokasi jembatan pun hancur. |
Mingguan: Kementrian PU menargetkan koneksi jalan nasional (Jalan Lintas Timur & Tengah) pulih fungsional dalam 14-21 hari (contoh: Jembatan Pidie Jaya tersambung kembali 12 Des). |
|
Fokus Evakuasi |
Jenazah & Medis: Fokus utama adalah pembersihan jenazah massal dan pencegahan wabah penyakit. |
Logistik & Akses: Fokus utama adalah menembus longsoran untuk kirim makanan ke warga yang masih bertahan di rumah lantai 2. |
Poin Kunci Kecepatan Respons:
Ancaman Kelaparan dan Krisis Kemanusiaan
Bencana banjir November 2025 menunjukkan bahwa ancaman terberat Indonesia saat ini adalah kombinasi cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan di hulu. Dampak utamanya meliputi:
- Krisis kemanusiaan di pedalaman: Ratusan desa di wilayah pegunungan dan pedalaman (seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues) terisolasi total selama berminggu-minggu. Warga di Bener Meriah menyuarakan ancaman kelaparan. Sementara di Desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, warga bahkan sulit membuat tempat pengungsian karena desa yang tertimbun lautan kayu gelondongan.
Antara/Irwansyah Putra
- Kerusakan Struktural Jaringan Ekonomi: Putusnya jalur utama Lintas Sumatra akibat jembatan ambruk dan longsoran kayu gelondongan masif melumpuhkan distribusi barang dan jasa antarpulau, menyebabkan kerugian ekonomi triliunan rupiah.
Janji Pemerintah
|
Program Utama |
Target Kunci |
Durasi Target |
|
Penyelesaian Isolasi Akses |
Koneksi Jembatan Lintas Sumatera (Aceh-Sumut) dan akses ke 115 desa terisolir dibuka total. |
3 bulan (Maret 2026) |
|
Rekonstruksi Jembatan Permanen |
Pembangunan dan peresmian setidaknya 50% dari 300+ jembatan yang rusak parah. |
18 bulan (Pertengahan 2027) |
|
Infrastruktur Tahan Banjir |
Peningkatan kualitas jalan nasional dan pembangunan flyover di titik rawan banjir permanen. |
24 bulan (Akhir 2027) |
|
Listrik |
Jaringan induk disebutkan Menteri ESDM telah terpasang 80-90%. |
Seluruh jaringan akan normal dalam beberapa minggu (Desember 2025). |
|
Perbaikan Rumah |
Presiden Prabowo mengalokasikan dana Rp60juta per rumah bagi korban banjir Sumatra. |
(tidak tersedia data). |
(Berita ini dibuat dengan bantuan AI/M-1)
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
Pascabanjir Batang Toru, warga Desa Garoga berharap pemulihan lahan pertanian. Simak kisah haru para pengungsi yang menanti hari ceria di tengah lumpur.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
DI tengah selimut duka akibat banjir besar Rabu 26-27 November lalu, kini masyarakat Aceh khusyuk dan khidmat larut dalam doa memperingati 21 tahun bencana alam tsunami.
SBY menyebut penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra kompleks dan membutuhkan waktu, sumber daya, serta kebijakan yang matang.
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan perbedaan penanganan tsunami Aceh pada 2004 silam dengan banjir yang melanda Sumatra pada tahun ini.
Dalam kondisi krisis, pemimpin harus turun. Selain itu, crisis mindset dan sikap mental sense of urgency harus bisa ditanamkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved