Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 28 daerah di Jawa Tengah Sabtu (9/11), warga dan wisatawan yang hendak menikmati berakhir pekan ini garap mewaspadai cuaca buruk terutama pada siang, sore hingga malam.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (9/11) setelah semalam hampur seluruh daerah di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-lebat, pagi cuaca di sebagian besar daerah di Jawa Tengah diselimuti awan hingga suasana cukup dingin, sedangkan di daerah lainnya sisa hujan ringan juga masih terlihat di turun.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali memperingatkan ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, karena memasuki siang, sore hingga malam hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 28 daerah di Jawa Tengah pada akhir pekan ini
"Waspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut bahkan hujan es, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di puluhan daerah di Jawa Tengah, terutama warga berada di pegunungan atau wisatawan hendak menikmati liburan," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Farita Rachmawati, hujan sedang-lebat berpotensi turun di daerah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati dan Kudus.
Selain itu hujan sedang-lebat, ungkap Farita Rachmawati, juga berpotensi turun di Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga dan Ambarawa. "Hujan dapat disertai angin kencang dan sambaran petir terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi," imbuhnya.
Sedangkan hujan ringan-sedang, menurut Farita Rachmawati, berpotensi mengguyur daerah Klaten, Sukoharjo, Jepara, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu dan Majenang, sehingga secara keseluruhan hujan akan turun di semua daerah di Jawa Tengah pada siang, sore hingga malam.
Angin pada umumnya bertiup dari barat laut ke timur dengan kecepatan 3-30 kilometer per jam, demikian Farita Rachmawati, suhu udara berkisar 19-35 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persen. "Ketinggian gelombang di perairan utara 0,1-0,75 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter," tambahnya.(H-2)
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
POTENSI cuaca ekstrem merata di 33 daerah di Jawa Tengah, Rabu (4/2). Gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah terutana saat kecepatan angin diatas 15 knot, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved