Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim kemarau, sebagian wilayah di Sukabumi mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertaniannya.
Sebagai upaya mendukung ketahanan air dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah pedesaan, TNI Angkatan Darat khususnya Kostrad mengupayakan solusi masalah kekeringan yang sering dialami warga dengan menyelenggarakan program pipanisasi.
Peresmian program dilakukan Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan. Program Pipanisasi Dam Parit Mekarsakti berlokasi di area ketahanan Pangan Kostrad, area Hutan Cipeucang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Senin (23/9/2024).
Baca juga : Intrusi Air Laut Ancam Area Pertanian di Cirebon
Kasad mengatakan, Dam parit pipanisasi tersebut terbentuk berkat kerja sama dengan Kementerian Pertanian, PUPR, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. 600 hektare sawah di wilayah tersebut diharapkan dapat terairi. Mengingat sebelumnya, sawah-sawah di area tersebut hanya mengandalkan tadah hujan dan sering mengalami keterlambatan tanam dan kegagalan panen.
“Hingga saat ini sekitar 43.000 hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia telah mendapat manfaat dari pola pengelolaan air serupa. Di kawasan Ciemas kabupaten Sukabumi sendiri, air dialirkan langsung tanpa perlu menggunakan pompa hidran, sehingga memudahkan proses irigasi. Kami juga akan menambah satu atau dua titik irigasi tambahan untuk membantu lahan tadah hujan,” katanya.
Selain pengelolaan air untuk sawah, Kasad juga menyoroti keberhasilan proyek kebun di kawasan tersebut. Saat ini, 1.700 hektare lahan kebun telah ditanami. Ia menyebut, program seperti itu tidak hanya dilakukan di Sukabumi, namun juga di 140 titik lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bawean.
Baca juga : Kemarau, Petani di Sigi Andalkan Air Sumur Tanah untuk Antisipasi Kekeringan
“Tahun ini akibat El Nino, kami mengganti sebagian tanaman dengan singkong dan jagung. Targetnya 300 sampai 400 hektare lahan yang dikelola oleh TNI dan PTPN. Kami akan terus mengembangkan kebun dan sawah agar produktivitasnya semakin meningkat,” tegasnya.
“Program ini merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik mewakili Pj Gubernur Jawa Barat, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AD dan jajaran atas kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat melalui program-program pembangunan.
Baca juga : 200 Hetare Lahan Pertanian di Kota Tasikmalaya Terancam Kekeringan
“Kami sangat mengapresiasi langkah TNI AD khususnya Kostrad yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program seperti pipanisasi ini,” ungkapnya.
Dengan adanya Program Pipanisasi Dam Parit Mekarsakti, diharapkan masyarakat Ciemas dapat memanfaatkan sumber daya air secara optimal untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian sehingga, sehingga kesejahteraan dan produktivitas wilayah ini dapat terus meningkat. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain meresmikan program pipanisasi, Kasad juga meninjau berbagai kegiatan sosial dalam rangka HUT ke-79 TNI, diantaranya menggelar makan gratis, donor darah, pengobatan massal, sunatan massal yang diadakan oleh TNI AD dalam rangka membantu masyarakat Ciemas. Pada kesempatan tersebut, Kasad juga secara simbolis menyerahkan paket sembako sebagai bentuk tali asih kepada warga. (H-2)
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved