Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim kemarau, lahan pertanian di Kota Tasikmalaya, mulai mengalami kekeringan. Kekeringan terjadi lantaran saluran irigasi tidak berfungsi dengan baik. Para petani khawatir kekeringan yang terjadi dapat menyebabkan lahan pertanian gagal tanam.
Seorang petani, Toto, warga Sambongjaya, mengatakan, musim kemarau yang terjadi tahun ini telah menyebabkan banyak lahan pertanian yang tidak tercukupi suplai airnya. Padahal lahan itu baru mulai ditanami antara satu bulan.
Akibatnya, lahan-lahan itu mengalami kerusakan. Namun, kerusakan tersebut banyak dibiarkan pemerintah dan membuat petani kebingungan.
Baca juga : Petani Tasikmalaya Gagal Panen, Stok Gabah Kering Kosong
"Suplai air dari Sungai Cikunteun biasanya untuk lahan seluas 200 hektare dan kini kondisinya menyurut hingga saluran irigasi rusak abai diperbaiki. Musim kemarau di tahun ini, membuat lahan pertanian berada di Kampung Nagrasari, Gobras, Sukamaju, Cibuntu, Sindanggalih, Ciwaas, Tamansari dan lainnya ada kemungkinan tanaman yang mereka tanam gagal," katanya, Sabtu (17/8).
Ia mengatakan, melihat dari kondisinya saat ini, kemungkinan akan banyak lahan yang mengalami gagal tanam di tahun ini. Apalagi beberapa sungai di sekitar lahan-lahan wilayah Tasikmalaya juga sudah menyusut.
Kekhawatiran juga meningkat karena para petani juga berpotensi mengalami kerugian kedua kalinya setelah serangan hama wereng batang coklat (WBC), burung pipit dan tikus menyebabkan hasil produksi turun drastis.
Baca juga : Kementan Tangani 200 Hektare Sawah yang Kekeringan di Pasuruan
"Petani di wilayah Priangan Timur di tahun ini kemungkinan menelan kerugian setelah hasil produksi gabah kering giling (GKP) dan gabah kering pungut (GKP) mengalami menurun. Namun, harga kebutuhan beras di pasaran merangkak naik dan sekarang harga beras medium Rp13 ribu perkg dan premium dijual Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kg," ujarnya.
Sementara itu, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Kawalu, Asep Safrulah mengatakan, musim kemarau yang terjadi menyebabkan banyak lahan pertanian baru tanam tidak terpenuhi suplai airnya/ Hal itu terjadi di beberapa Kelurahan.
"Kurangnya suplai air untuk lahan pertanian di wilayah Kota Tasikmalaya sekarang ini terjadi Kecamatan Kawalu, Indihiang, Tamansari, Bungursari, Tawang dan Cibeureum. Akan tetapi, kurangnya suplai air lantaran banyak saluran irigasi rusak dan petani harus menarik air dari sungai sangat jauh dan dibutuhkan selang panjang untuk mengairi lahan tersebut," pungkasnya.
(Z-9)
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Berkurangnya anggaran itu berdampak pada pembangunan di 10 kecamatan yang harus dihitung ulang.
Kegiatan GPM ini mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Tasikmalaya
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved