Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI keluhan warga Desa Woloede, Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang jalan desa yang 42 tahun tidak diperhatikan pemerintah walaupun kaya akan hasil bumi seperti pala, cengkeh, pisang, serta buah, Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengungkapan terdapat anggaran Rp41.933.569.000 untuk pengerjaaan jalan ke desa Woloede dengan nomenklatur ruas jalan Sawu-Mulakoli.
Anggaran tersebut telah diusulkan pada 28 Desember 2023 kepada Direktur Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta.
Menurut Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo Anselmus Mere, Selasa (27/8), sebenarnya ada 8 ruas jalan pada 2023 yang diusulkan Pemda Nagekeo pada akhir 2023 untuk dana inpres jalan daerah 2004. Namun, yang lolos dan masuk dalam sistem aplikasi SITIA 2024 hanya 4 ruas jalan di kabupaten.
Baca juga : 42 Tahun Warga Desa Woloede Hidup dengan Jalan Rusak
Ruas jalan Sawu-Mulakoli, dalam aplikasi atau sistem, seharusnya menjadi proritas pertama dari 4 ruas jalan yang lolos verifikasi dalam sistem inpres jalan daerah 2024. Namun, tanpa alasan yang jelas, penganggaran jalan tersebut akhirnya ditunda. Padahal pihak Satker Pelaksana Jalan Wilayah IV Ende telah melakukan survei.
“Dari 8 ruas kemudian diverikfikasi dan divalidasi pihak balai jalan pusat, lolos verifikasi ada 4 ruas. Dari 4 ruas tersebut disurvei, oleh pihak Satker PJ Ende. Mereka melakukan survei kembali untuk meminta kepastian karena informasi bahwa jalan akan didanai. Namun setelah survei jalan Sawu-Mulakoli dikonfirmasi itu ditunda oleh pusat, hanya 1 yang lolos yakni jalan ke Ngera,” keluh Anselmus.
Anselmus mengungkapkan ruas jalan Sawu-Mulakoli menjadi prioritas utama dalam aplikasi tersebut karena pekerjaan minor seperti, tembok penyokong dan drainase sudah dikerjakan pemerintah daerah dengan dana APBD II.
Baca juga : Pemkab Lembata tidak Bangun Jalan, Pelajar Terjang Jalan Terjal ke Sekolah
Selain itu, menurut Anselmus, usulan anggaran Rp41 Miliar tersebut ruas jalan belum sampai ke Mulakoli hanya hanya sampai di Desa Woloede.
“Rp41 miliar itu hanya sampai di kampung Ulunua, Desa Woloede, bukan termasuk kawasan hutan yang di dekat Desa Mulakoli. Namun karena hanya 300 meter maka bisa diurus pemda lewat UKL UPL,” kata Anselmus.
Untuk pembangunan jalan di dalam kawasan hutan, pihak pemerintah wajib melakukan izin pinjam pakai kawasan, salah satu persyaratnya adalah persetujuan lingkungan yang di dalamnya terdapat UKL UPL untuk jalan dengan resiko kecil.
Baca juga : Jalan Sabuk Merah Ruas Motaain-Motamasin Rusak di Sejumlah Titik
Selain itu, untuk luasan di bawah 5 hektare, pengurusan izin atau persetujuan lingkungan melalui balai kawasan hutan provinsi.
Warga mengharapkan ruas jalan tersebut harus bisa menjangkau Desa Mulakoli yang melewati kawan hutan produksi agar akses jalan keluar dari desa serta kota kabupaten lebih dekat dan memudahkan saat evakuasi bila terjadi bencana gunung berapi Ebulobo.
Selama ini, warga Desa Woloede serta beberapa desa lain seperti Lodaolo, Ululoga sangat kesulitan akses jalan walaupun kaya akan potensi pariwisata, rempah, dan buah. Semua hasil bumi ditekan pengepul dan tengkulak.
“Sudah 7 bupati tapi jalan ini rusak tidak diperhatikan. Saya sedih lihat warga di sini banyak susah karena harga ditekan tengkulak dan pengepul, jadi kami mohon kementrian PUPR pusat lewat pak Basuki Hadimuljono tolong bantu kami,” pinta Yosef Warga Desa Woloede. (Z-1)
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
BEREDAR video yang memperlihatkan dua orang diangkut dalam bucket atau keranjang pengeruk ekskavator.
CURAH hujan deras yang mengguyur Wonosobo belakangan ini membuat jalan alternatif Wonolelo - Wonosobo rusak parah.
Dengan kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut, banyak masyarakat mengeluh soal hasil pertanian atau perkebunannya tidak dapat terdistribusi dengan optimal.
Terdapat tiga titik rawan macet di sepanjang rute.
SEBANYAK 321 jalan rusak terdampak banjir di Sumbar. Kondisi ini menghambat penanganan darurat, khususnya pendistribusian bantuan kepada masyarakat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved