Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Depok Darurat Jalan Rusak, Protes Warga makin Meluas

Kisar Rajagukguk
14/2/2026 00:30
Depok Darurat Jalan Rusak, Protes Warga makin Meluas
Kerusakan jalan di Depok kian luas.(MI/Kisar Rajagukguk)

KONDISI infrastruktur jalan di Kota Depok, Jawa Barat, sudah kian parah. Kerusakan jalan di Kota Depok bukan saja pada jalan negara. Jalan provinsi dan kota pun kondisinya sama.

Dalam beberapa terakhir, keluhan warga dari berbagai kelurahan dan kecamatan tentang darurat jalan yang mengalami kerusakan di banyak titik bermunculan. Karena menimbulkan berbagai dampak negatif yang signifikan, terutama kecelakaan lalu lintas, kerugian ekonomi, dan terhambatnya mobilitas warga. Darurat jalan rusak pun tak lagi sebatas keluhan.

Di Jalan Raya Bogor, Kota Depok yang merupakan jalan negara milik pusat, warga memasangi batang kayu di titik jalan yang berlubang. Fenomena ini, sebagai gambaran keresahan warga sudah berada di titik jenuh. Sopir Angkutan kota (Angkot) nomor pintu 41 jurusan Kampung Rambutan-Citeureup, Kabupaten Bogor, Bagus Hutapea mengatakan jalan rusak tersebut sering makan korban. 

"Tadi siang sekira pukul 13.00 WIB, seorang pengendara sepeda motor berkelamin pria terperosok ke jalan berlubang dan meninggal dunia. Kejadian ini menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Bogor," katanya, Jumat sore (13/2).

Bagus mengatakan, di jalan Raya Bogor yang terbagi dalam dua arah yakni arah Kampung Rambutan ke Bogor dan arah Bogor ke Kampung Rambutan) terdapat ribuan titik lubang berukuran besar hingga kecil.

"Jalan ini bukan jalan sepi. Setiap hari di lalui pejabat pusat, dan daerah serta pelajar, pedagang, pekerja hingga lintas kendaraan kelurahan, kecamatan dan kota. Lubang menganga di beberapa titik memaksa pengendara ekstra hati-hati," ucapnya.

Sopir Angkot lainnya bernama Burhan Sitorus menyebut, kecelakaan sudah beberapa kali terjadi dalam sepekan di Jalan Raya Bogor Kota Depok akibat kondisi jalan yang tak diperbaiki.

"Sudah sering kejadian orang jatuh. Kami khawatir ada korbab lagi. Maka itulah, warga pasang kayu bekas supaya lubang menganga terlihat jelas," katanya.

Keresahan serupa juga disampaikan warga lain yang menilai perbaikan jalan terkesan dibiarkan. Beberapa bahkan menyebut penanganan sangat mendesak.

"Ini, bukan satu titik saja. Banyak ruas jalan provinsi dan jalan kota yang kondisinya sama. Jangan sampai unjuk rasa dulu baru ditangani," kata Norman, warga Jalan Margonda, Pancoran Mas. Menurut Norman, kondisi jalan rusak ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga aktivitas ekonomi warga.

"Jalan provinsi dan jalan kota adalah urat nadi distribusi hasil pertanian, akses menuju ke pasar, hingga mobilitas pekerja. Kerusakan yang berlarut-larut berpotensi menghambat roda perekonomian lokal, " katanya. Dikatakan di jalan porovinsi dan jalan kota yang rusak, diperparah minimnya penerangan jalan umum (PJU).

Tidak heran, kalau selepas maghrib jalur jalan provinsi dan jalan kota sangat sepi. Ketika awak media mencoba mengonfirmasi kepada pejabat dinas terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok tidak membuahkan hasil karena pintu ruang kerjanya terkunci.

"Kosong. Tidak ada pejabat. Kalau kurang percaya lihat saja ke lantai tiga. Lagi pula kalau ada pejabat lewatnya dari lift lantai satu," kata salah satu security Dinas PUPR (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya