Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Jalan Rusak di Jakarta Lambat Diperbaiki karena Dinas Bina Marga Kurang Petugas

Andhika Prasetyo
12/2/2026 11:14
Jalan Rusak di Jakarta Lambat Diperbaiki karena Dinas Bina Marga Kurang Petugas
ilustrasi(Antara)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui perbaikan jalan berlubang di Ibu Kota belum optimal karena keterbatasan jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Pramono menyebut saat ini Dinas Bina Marga hanya memiliki sekitar 750 PJLP untuk menangani kerusakan jalan di seluruh wilayah Jakarta, jumlah yang dinilai jauh dari ideal.

“Bina Marga sekarang ini hanya punya kurang lebih 750 PJLP. Kalau dibagi untuk lima kota dan satu kabupaten, jelas sangat kurang,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Kamis.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono menyatakan telah menyetujui penambahan jumlah PJLP Dinas Bina Marga agar penanganan jalan berlubang bisa dilakukan lebih cepat dan merata. Terkait jumlah personel tambahan yang dibutuhkan, Pramono mengatakan hal itu masih dalam tahap penghitungan oleh Dinas Bina Marga. Keputusan akhir akan ditetapkan melalui pembahasan bersama Asisten Pembangunan dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

“Jumlah penambahan PJLP nanti akan diputuskan. Namun dalam rapat, saya sudah menyetujui adanya penambahan PJLP Bina Marga,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta melaporkan telah melakukan perbaikan terhadap 1.725 titik jalan rusak di wilayah Jakarta Barat pada awal 2026. Perbaikan tersebut dilakukan dalam dua tahap, yakni pada periode 1-26 Januari 2026 dan dilanjutkan pada 27 Januari hingga 2 Februari 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menjelaskan pada tahap pertama sebanyak 1.296 titik jalan telah ditangani, sementara tahap kedua mencakup 429 titik perbaikan.

“Hingga saat ini, perbaikan jalan rusak terus kami lakukan secara bertahap sesuai laporan masyarakat dan hasil peninjauan petugas di lapangan,” kata Wenny.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan pihaknya terus berupaya mempercepat perbaikan guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

"Dinas Bina Marga meminta maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan di jalan. Kami terus memantau dan memperbaiki segera kerusakan jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan," ucap Wenny.

Sebelumnya, seorang pelajar di Jakarta Timur dilaporkan meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal. Siswa berinisial A itu diduga mengalami kecelakaan karena terkena lubang jalan rusak. Dia meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya