Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jelang Mudik, Kondisi Jalur Pantura Rusak Parah Kementerian PU Janjikan Perbaikan Tahun Ini

Sugeng Sumariyadi
03/2/2026 13:07
Jelang Mudik, Kondisi Jalur Pantura Rusak Parah Kementerian PU Janjikan Perbaikan Tahun Ini
Foto udara kondisi jalanan pascakecelakaan beruntun truk di jalur Pantura, Gringsing, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026)( ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.)

KONDISI jalan berlubang dan rusak parah di jalur Pantura, Jawa Barat, menjadi kendala masyarakat jelang musim mudik lebaran. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan kerusakan parah masih terlihat di ruas Bekasi sampai Cirebon. 

Kondisi di jalur Pantura saat ini, kata Dedi Mulyadi, kerap memicu kecelakaan lalu-lintas. 

Salah satu titik rawan jalur Pantura, ujar Dedi Mulyadi, yakni di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang. Belum lama ini, seorang warga mengalami kecelakaan sepeda motor dan terjatuh dari jembatan, akibat kondisi jalan berlubang. 

Meskipun dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Jawa Barat, tambah Dedi Mulyadi, Pemprov Jabar tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan langsung. Pasalnya, ruas jalur Pantura tersebut berstatus jalan nasional, yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Jalur Pantura itu jalur nasional yang menghubungkan Jakarta hingga Jawa Tengah, bahkan Jawa Timur. Di wilayah Jawa Barat, ruasnya dari Bekasi sampai Cirebon. Banyak lubang dan sangat berbahaya. Tetapi itu bukan kewenangan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti persoalan di Jalur Pantura yang rusak tersebut, Dedi mengaku telah bertemu langsung dengan Menteri PU di Gedung Pakuan, Bandung, beberapa waktu lalu. Secara khusus dia menyampaikan kondisi kerusakan jalan serta tingginya risiko kecelakaan yang terus terjadi di jalur Pantura.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan komitmen bahwa perbaikan jalur Pantura yang rusak akan dilakukan pada tahun ini. 

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proses perbaikan dapat dilaksanakan secepat mungkin agar tidak terus memakan korban. Mudah-mudahan bisa cepat dikerjakan supaya kecelakaan tidak terus berulang di jalur Pantura,” tandas Dedi.

Dia hanya bisa mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan kendaraan logistik, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan Pantura, terutama di titik-titik rawan kerusakan jalur Pantura. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya