Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Mudik Lebaran 2026, PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional

Insi Nantika Jelita
11/3/2026 08:37
Mudik Lebaran 2026, PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional
Ilustrasi(Dok Kementerian PU)

UNTUK mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang sekitar 291,13 km.

Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis. Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya bersama BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi pada sejumlah ruas tol strategis agar dapat difungsionalkan secara terbatas selama periode mudik Lebaran.

”Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).

Secara keseluruhan terdapat 10 ruas jalan tol konstruksi yang berpotensi difungsionalkan. Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 kilometer (km) yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Di wilayah Sumatra, terdapat tiga ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar 90,73 km. Salah satunya adalah ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang sekitar 24,67 km yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 94,25%. Ruas ini direncanakan difungsikan dengan skema dua jalur dua arah (A dan B) dan dapat dilalui oleh seluruh golongan kendaraan.

Sementara itu, ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres pembangunan sekitar 90%–91% juga akan difungsionalkan dengan skema dua jalur dua arah. Namun, pengoperasiannya hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I atau kendaraan non-bus.

Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang 12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan. 

Di Pulau Jawa, terdapat enam ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar 148,03 km. Di antaranya ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). 

Untuk ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang 24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Selanjutnya ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres 71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus). Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus). 

Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km dengan progres 93,30%, serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km dengan progres 89,93%, masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus). 

Sementara itu di Kalimantan terdapat Akses Tol IKN sepanjang 52,37 km dengan progres bervariasi hingga 100% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, skema operasional ruas tol fungsional akan bersifat fleksibel dan situasional sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

Ia menyebut pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya. 

"Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus),” jelasnya.
 
Selain ruas tol, Kementerian PU melalui BPJT bersama BUJT juga menyiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dalam tahap konstruksi yang diusulkan sebagai TIP fungsional untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik. 

Sejumlah TIP telah siap digunakan dengan fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM.

Di antaranya, TIP Sigli-Banda Aceh pada KM 37+000 A/B dan TIP Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat pada KM 99+800 A/B yang telah siap 100%. TIP Palembang–Betung di KM 71+000 A/B dengan progres sekitar ±95% juga disiapkan dengan fasilitas serupa. 

Selain itu tersedia TIP sementara di ruas Cipali KM 77B yang memanfaatkan eks Gerbang Tol Cikopo dengan fasilitas minimal berupa parkir, tempat ibadah, toilet, dan tenant UMKM terbatas. 

Di wilayah Jawa Barat, TIP Cileunyi-Sumedang-Dawuan KM 203+000 A/B dengan progres 34% turut disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang-Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B telah siap 100% dengan fasilitas yang lebih lengkap termasuk bengkel, pos kesehatan, ruang laktasi, serta ATM center. 

Selanjutnya, TIP Solo-Yogyakarta-NYIA KM 19+000 A disiapkan dengan fasilitas sementara, serta TIP Pasuruan–Probolinggo KM 844 A/B dengan progres 30,96% yang dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo–Banyuwangi KM 888 A juga difungsikan dengan fasilitas dasar berupa area parkir, tempat ibadah, dan toilet. 

Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini akan dilakukan secara situasional pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan serta hasil koordinasi lintas sektor. Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya