Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memilih mengebut pembangunan jembatan permanen di Aceh meski status tanggap darurat bencana belum sepenuhnya dicabut. Langkah ini diambil untuk mencegah lumpuhnya jalur logistik dan mobilitas warga akibat keterbatasan jembatan sementara yang tak mampu menahan beban kendaraan berat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, menunda pembangunan permanen justru akan memperpanjang persoalan di lapangan. Menurutnya, pembatasan tonase kendaraan sulit diterapkan secara ketat di wilayah yang sangat bergantung pada distribusi barang.
“Kalau pembangunan permanen tidak dipercepat, masalah akan terus berulang. Kendaraan berat tetap melintas karena masyarakat butuh logistik. Ini risiko yang tidak bisa kita biarkan,” ujar Dody di Jakarta, Kamis (22/1).
Pada Januari 2026, Kementerian PU mulai mengerjakan delapan jembatan permanen di sejumlah kabupaten di Aceh, antara lain Jembatan Krueng Meureudu (Pidie), Krueng Tingkeum dan Ulee Langa (Aceh Besar), Teupin Mane (Aceh Utara), Krueng Beutong (Nagan Raya), Pelang (Aceh Tenggara), Mengkudu I (Aceh Besar), serta Pante Dona (Aceh Barat).
Selain jembatan, pemerintah juga membidik titik-titik rawan longsor yang selama ini menjadi “leher botol” konektivitas antarwilayah. Sedikitnya 30 titik longsoran akan ditangani di ruas strategis seperti Bireuen-Bener Meriah, Takengon-Uwaq, hingga Blangkejereng-Kutacane dan Nagan Raya.
Pembangunan ini bukan sekadar mengganti struktur darurat. Kementerian PU merancang jembatan permanen dengan standar ketahanan bencana agar tidak kembali runtuh saat cuaca ekstrem berulang.
“Satu jembatan permanen membutuhkan waktu sekitar delapan sampai sembilan bulan. Ini bukan bangunan sementara, tapi infrastruktur jangka panjang yang harus aman dan berkelanjutan,” kata Dody.
Untuk beberapa lokasi padat lalu lintas seperti Jembatan Krueng Tingkeum, pemerintah menerapkan skema ganda: jembatan sementara tetap difungsikan sembari konstruksi permanen berjalan. Dengan begitu, arus kendaraan diharapkan tidak sepenuhnya tersendat.
Secara keseluruhan, Kementerian PU menargetkan penanganan 20 jembatan permanen dan 68 titik longsoran di Aceh, yang dilakukan bertahap hingga Juni 2026. Fokus awal diarahkan pada jembatan nasional agar tidak ada wilayah yang terisolasi.
“Arahan Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada kabupaten atau kota yang terputus. Konektivitas adalah kunci agar ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap bergerak,” ujar Dody.
Usai masa tanggap darurat, pemerintah memastikan pekerjaan tidak berhenti. Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar akan terus dilanjutkan dengan koordinasi lintas sektor, guna memulihkan Aceh dari dampak bencana sekaligus memperkuat fondasi infrastrukturnya ke depan. (Z-10)
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres signifikan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan perbaikan fasilitas umum (fasum) yang rusak usai demo maksimal enam bulan.
Usulan penambahan tanggul rob berada di sisi Timur Tol Semarang-Demak. Panjangnya lebih kurang 10 km dengan usulan pendanaan senilai Rp1,7 triliun.
Menteri Presiden Prabowo Subianto belum menunjukkan sikap yang tegas terkait rencana pemberian stimulus berupa insentif diskon tarif listrik.
AHY menambahkan sudah beberapa kali rapat bersama jajarannya untuk membahas mengenai sampah. Khususnya dalam menyiapkan infrastruktur pendukung.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus melakukan langkah cepat dalam menangani kejadian tanggul jebol di wilayah Jawa Tengah.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan. Pemulihan usai banjir ini memberikan dampak bagi aktivitas harian.
Program ini dilaksanakan melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan keagamaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved