Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Perbaikan Jalan Nasional Parung Ditargetkan Rampung 2 Bulan

Andhika Prasetyo
28/2/2026 09:23
Perbaikan Jalan Nasional Parung Ditargetkan Rampung 2 Bulan
ilustrasi(Antara)

 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proses perbaikan jalan nasional di kawasan Parung, Jawa Barat, ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan mencakup ruas jalan dari Pasar Parung hingga Kemang. Selama ini perbaikan yang dilakukan masih bersifat tambal sulam dan belum optimal.

“Kita memang lagi proses perbaikan, dari mulai jalan di Pasar Parung sampai dengan titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini tapi belum sempurna. Kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua bulan ini sudah selesailah,” ujar Dody saat meninjau lokasi di Parung, Bogor, Sabtu.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pengerjaan karena hujan dapat menghambat pekerjaan agar kualitas hasil tetap terjaga.

“Tapi yang jadi masalah adalah cuaca. Kalau hujan, kita harus berhenti supaya kualitas jalan yang kita perbaiki memadai dan bisa bertahan lama,” katanya.

Dody juga meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat untuk tidak hanya melakukan penambalan, melainkan memperbaiki ruas jalan secara menyeluruh agar permukaan jalan lebih mulus dan aman bagi pengguna.

“Saya minta tolong Kepala Balai kalau bisa pengerjaan itu tidak menambal atau patching saja, tapi dikerjakan dari mulai titik ini sampai dengan Pasar Parung sana agar jalannya lebih mulus,” ujarnya.

Ia menegaskan percepatan perbaikan dilakukan agar dampak gangguan terhadap mobilitas masyarakat dapat diminimalkan.

“Kita perbaiki, kita usahakan secepat-cepatnya karena kalau ada perbaikan begini pasti mengganggu pergerakan masyarakat,” kata Dody.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kementerian PU memastikan upaya preservasi jalan nasional tetap berjalan. Pada 2026, anggaran kementerian yang mencapai Rp118,50 triliun akan difokuskan pada penguatan jaringan irigasi serta peningkatan konektivitas wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya