Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Bahaya Roof Box Mudik Lebaran, Pakar Ingatkan Risiko Terbalik!

 Gana Buana
10/3/2026 18:31
Bahaya Roof Box Mudik Lebaran, Pakar Ingatkan Risiko Terbalik!
Pakar keselamatan SDCI peringatkan bahaya roof box saat mudik Lebaran 2026.(Antara)

MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, penggunaan roof box menjadi perhatian serius bagi praktisi keselamatan berkendara. Meski terlihat praktis untuk menambah kapasitas bagasi, penggunaan komponen tambahan ini menyimpan risiko fatal jika tidak dikelola dengan benar.

Pakar dan instruktur senior keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memperingatkan masyarakat agar tidak sekadar ikut-ikutan tren menggunakan roof box saat pulang kampung.

Jangan Jadikan Mudik Seperti Pindahan Rumah

Sony menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya membawa barang secukupnya saja agar tidak perlu menggunakan ruang tambahan di atap. Menurutnya, manajemen barang yang efisien adalah kunci keselamatan perjalanan jauh.

Roof box jangan jadi ikut-ikutan deh, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya aja,” ujar Sony Susmana dilansir dari Antara, Selasa (10/3).

Risiko Keseimbangan dan Bahaya Tergelincir

Pemasangan roof box yang salah atau pemuatan beban yang berlebihan dapat mengubah titik gravitasi kendaraan. Hal ini berdampak langsung pada stabilitas mobil saat bermanuver.

Sony menjelaskan bahwa memuat barang dengan jumlah berlebih di atap membuat kendaraan menjadi lebih mudah tergelincir, terutama saat melintasi tikungan tajam dalam kecepatan tertentu.

“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan,” lanjutnya.

Ia juga memberikan batasan tegas terkait kecepatan berkendara. Mengingat adanya hambatan angin yang lebih besar, pengemudi disarankan tidak memacu mobil lebih dari 80 km/jam, terutama saat melintasi jalan tol yang berangin kencang atau jalan provinsi.

Pemborosan Bahan Bakar Hingga 15 Persen

Selain faktor keamanan, aspek efisiensi juga menjadi taruhan. Penggunaan roof box secara otomatis mengubah aerodinamika kendaraan, yang memicu peningkatan hambatan angin.

Kondisi ini memaksa mesin bekerja lebih keras dari biasanya. Dampaknya, konsumsi bahan bakar diprediksi akan meningkat signifikan dalam rentang 5% hingga 15%.

Catatan Keselamatan:

  • Gunakan roof box hanya untuk barang ringan (pakaian, bantal, dll).
  • Pastikan total beban tidak melebihi limit load rating atap mobil.
  • Cek kekencangan pengait roof box secara berkala di rest area.

Dengan mempertimbangkan risiko keselamatan dan pembengkakan biaya operasional, pemudik diharapkan lebih bijak dalam mengatur barang bawaan demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya