Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, penggunaan roof box menjadi perhatian serius bagi praktisi keselamatan berkendara. Meski terlihat praktis untuk menambah kapasitas bagasi, penggunaan komponen tambahan ini menyimpan risiko fatal jika tidak dikelola dengan benar.
Pakar dan instruktur senior keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memperingatkan masyarakat agar tidak sekadar ikut-ikutan tren menggunakan roof box saat pulang kampung.
Sony menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya membawa barang secukupnya saja agar tidak perlu menggunakan ruang tambahan di atap. Menurutnya, manajemen barang yang efisien adalah kunci keselamatan perjalanan jauh.
“Roof box jangan jadi ikut-ikutan deh, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya aja,” ujar Sony Susmana dilansir dari Antara, Selasa (10/3).
Pemasangan roof box yang salah atau pemuatan beban yang berlebihan dapat mengubah titik gravitasi kendaraan. Hal ini berdampak langsung pada stabilitas mobil saat bermanuver.
Sony menjelaskan bahwa memuat barang dengan jumlah berlebih di atap membuat kendaraan menjadi lebih mudah tergelincir, terutama saat melintasi tikungan tajam dalam kecepatan tertentu.
“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan,” lanjutnya.
Ia juga memberikan batasan tegas terkait kecepatan berkendara. Mengingat adanya hambatan angin yang lebih besar, pengemudi disarankan tidak memacu mobil lebih dari 80 km/jam, terutama saat melintasi jalan tol yang berangin kencang atau jalan provinsi.
Selain faktor keamanan, aspek efisiensi juga menjadi taruhan. Penggunaan roof box secara otomatis mengubah aerodinamika kendaraan, yang memicu peningkatan hambatan angin.
Kondisi ini memaksa mesin bekerja lebih keras dari biasanya. Dampaknya, konsumsi bahan bakar diprediksi akan meningkat signifikan dalam rentang 5% hingga 15%.
Catatan Keselamatan:
Dengan mempertimbangkan risiko keselamatan dan pembengkakan biaya operasional, pemudik diharapkan lebih bijak dalam mengatur barang bawaan demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman. (Ant/Z-10)
KABAR gembira bagi masyarakat yang merencanakan pulang kampung pada periode Lebaran 2026.
JELANG masa arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
BERDASARKAN hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
RUAS jalan tol Bawen-Ambarawa akan difungsikan secara sementara selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
SATLANTAS Polres Karawang, Jawa Barat, akan menerapkan sistem one way dan Contra flow jika terjadi kemacetan di sejumlah titik pada saat arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved