Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Warga Desa Woloede di di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih merindukan jalan aspal hingga kini. Walupun punya potensi hasil bumi melimpah seperti cengkeh, pala, kakao, salak, manggis, kelapa, pisang, warga setempat masih hidup dalam kemiskinan dan ketertinggalan karena keterbatasan infrastruktur jalan.
Yosef, mantan Kepala esa Woloede, mengaku masih hidup susah dan tertinggal karena dibelenggu oleh keadaan akses jalan yang tidak layak digunakan. Tidak ada perhatian dari bupati setempat menjadi alasan utama.
"Kalau mau dihitung, sudah ganti tujuh bupati tapi jalan di kampung atau desa ini tidak diperhatikan. Padahal jalan di kampung ini saya yang rintis untuk buka pertama kali dari arah Mulakoli tahun 1975. Kami kerja gotong royong pakai linggis, batu, supaya lebih baik," Ungkap Yosef sambil menujukan foto-foto tahun 1975 ketika membuaka jalan pertama kali.
Baca juga : Pemkab Lembata tidak Bangun Jalan, Pelajar Terjang Jalan Terjal ke Sekolah
Yosef mengungkapkan, ketika menjabat sebagai Kepala Desa Woloede selama delapam tahun yakni dari tanggal 1975 hingga 1983, ia telah menginisiasi program pembukaan jalan sebagai akses penghubung antar Desa dan bersama-sama dengan Kepala Desa Sawu, Kepala Desa Lodaolo, dan Kepala Desa Mulakoli.
"Pada 1982, kami memperoleh bantuan dana dari pemerintah lewat program ABRI Masuk Desa Manunggal X dengan titik lokasi pengerjaan jalan di Aebowo. Itu jadi satu-satunya bantuan dari pemerintah," tuturnya
Ia pun berharap pemerintah saat ini bisa memberi perhatian. Nusantara Baru Indonesia Maju yang menjadi slogan HUT ke-79 Kemerdekaan RI harus mencakup seluruh wilayah Tanah Air, tidak hanya IKN saja.
"Maju dalam infrastruktur desa dan sejahtera dalam ekonomi masyarakat, sesuai dengan salah satu tujuan pembangunan IKN. Namun, kami di sini sudah 42 tahun masih dibelenggu oleh akses jalan yang tidal layak. Kami harap Presiden Joko Widodo sebelum masa jabatan berakhir bisa melirik sejenak ke kaki gunung Ebulobo ini,” pungkas Yosef. (Z-11)
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Pelajar SMK Negeri 34 Jakarta tewas dalam kecelakaan tunggal yang diduga akibat jalan licin dan berlubang di Matraman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan perbaikan jalan.
SEPANJANG 10 kilometer jalan di Kampung Bengkok, Cibatu dan Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, mengalami rusak parah hampir 15 tahun.
Kerusakan jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga telah memakan banyak korban kecelakaan, termasuk merenggut nyawa salah satu anggota keluarga kepolisian setempat.
Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik yang dianggap tingkat kerusakannya paling parah, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
SUNGGUH miris nasib penyintas banjir di kawasan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved