Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Keterbatasan infrastruktur tidak memadamkan asa anak-anak di Kampung Dangalangu Dusun Dulipali, Lembata, Nusa Tenggara Timur, untuk bersekolah. Mereka rela berjalan ribuan meter, menapaki medan terjal, untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Maria adalah salah satu dari puluhan murid yang harus bersusah payah itu. Maria, pelajar kelas 3 Sekolah Dasar Inpres yang merupakan warga Kampung Dangalungu, harus bermigrasi ke Desa Lamalela untuk sekolah.
Karena jarak yang begitu jauh dan medan yang sulit di tengah hutan, Maria dan puluhan murid lainnya dari Kampung Dangalungu kerap menginap selama sepekan di rumah saudara atau kerabat di Desa Lamalela. Mereka pulang di akhir pekan ketika sekolah libur.
Baca juga: Pemkab Lembata Abai, Warga Desa Beutaran Bertahun-tahun Konsumsi Air Payau
Kondisi jalan yang memperhatikan dibenarkan oleh Kepala Desa Lamalela, Rafael Kupang Lengari. Karena jalan sangat tidak layak, kendaraan baik roda dua atau roda empat tidak bisa melintas hingga ke dusun atau kampung. Ia pun sudah mencoba mendatangi DPRD Lembata, berharap para wakil rakyat itu bisa menyuarakan masalah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Lembata.
"Saya sudah datangi DPRD Lembata, meminta dibangun jalan ke dusun ini di 2024. Namun, belum pasti direalisasi," ungkap Rafael.
Baca juga: 519,12 Kilo Meter Jalan di Donggala Rusak Berat
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lembata dapat memperhatikan pelayanan dasar di daerah-daerah yang menjadi tanggung jawab mereka. Pembangunan jalan penghubung di dalam Desa sangat penting untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
"Air dan listrik ini sudah masuk. Tinggal akses jalan ini yang sangat sulit. Jalan ini sangat penting untuk memudahkan urusan masyarakat hingga pelayanan semua aspek," tandas Rafael. (Z-11)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved