Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI jalan di Donggala, Sulawesi Tengah, memprihatinkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jalan rusak di kabupaten itu sepanjang 519,12 kilo meter.
Kepala BPS Donggala, Agus Paryanto mengatakan, berdasarkan data statistik Donggala 2023, yang dirilis belum lama ini memperlihatkan jalan rusak di seluruh wilayah Donggala semakin panjang.
Di mana, dari dari 487,87 kilo meter jalan rusak berat di tahun 2021, menjadi 519,12 kilo meter di tahun 2022.
Baca juga: Sebut di Kaltim Banyak Jalan Rusak, DPR Minta Proyek IKN Ditunda
“Jumlah itu melebihi jalan dengan kondisi baik yang hanya sepanjang 186,56 kilo meter di Donggala,” terangnya, Senin (21/8).
Menurut Agus, Donggala merupakan kabupaten urutan ke-6 dengan wilayah paling luas di Sulteng.
Baca juga: Pemkab Garut Gelontorkan Rp15 M untuk Perbaiki Jalan Rusak
Dari hasil pencatatan, luas wilayah Donggala mencapai 5.122,22 kilo meter persegi dengan panjang jalan mencapai 1.370,00 kilo meter.
“Dari jumlah panjang jalan itu, yang menjadi kewenangan pemerintah Donggala sepanjang 1.035,53 kilo meter,” tegasnya.
Agus menjelaskan, pada pendataan 2022, dari 1.035,53 kilo meter panjang jalan Donggala terdapat 519,12 kilo meter masuk kategori jalan rusak berat, 131,55 kilo meter jalan rusak, 198,30 kilo meter jalan sedang, dan 186,56 kilo meter jalan baik.
“Jika dilihat data 2022, ada penambahan sekitar 32 kilo meter jalan rusak dari jalan rusak yang tercatat sepanjang 487,87 kilo meter 2021,” paparnya.
Agus menambahkan, dari hasil pemantauan kondisi permukaan jalan, mayoritas jalan di Donggala berkerikil dengan total panjang mencapai 480,53 kilo meter.
“Untuk jalan beraspal hanya sepanjang 319,15 kilo meter. Sedangkan jalan dengan permukaan tanah tercatat sepanjang 207,75 kilo meter. Tentu jalan yang rusak butuh perbaikan dari pemerintah,” tandasnya. (Z-10)
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Kawasan Indonesia Timur, termasuk Cekungan Manui, memiliki banyak cekungan sedimen dengan potensi sistem petroleum aktif dan akumulasi hidrokarbon yang signifikan.
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar Bale Properti Expo 2025 di Kendari, Kamis (18/9).
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Ifishdeco sepenuhnya mendukung visi Gubernur Sulawesi Tenggara yang ingin mendorong kemandirian daerah dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
GUNA menjaga keutuhan adat dan memperkuat legitimasi kepemimpinan tradisional, Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Rabu (11/6).
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
PROGRAM Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PKK Ormawa) Universitas Widya Nusantara Palu, Sulawesi Tengah, menggelar sosialisasi manajemen keuangan dan pemasaran digital.
PEMERINTAH Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menuntut hak atas Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari aktivitas eksplorasi dan produksi gas bumi berskala jumbo di Selat Makassar.
Panel 3 tersebut dipimpin oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat, didampingi Enny Nurbaningsih dan Anwar Usman.
Bakal calon Gubernur Sulawesi Tengah, Ahmad Ali mengusulkan pemekaran wilayah Donggala menjadi kabupaten baru sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, M Ridha Saleh mengatakan, dalam peresmian yang dihadiri wapres, akan dilakukan juga penanaman perdana jenis komoditi pangan dan hortikultura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved