Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Balai Ternak di Desa Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (20/8/).
Peluncuran Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Wonosobo ini dilakukan sebagai upaya mengembangkan ekonomi mustahik dan memberdayakannya hingga menjadi muzaki.
Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, M.Si, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji M.Si, Ketua BAZNAS Kabupaten Wonosobo, dan Ketua MUI Kabupaten Wonosobo.
Baca juga : Balai Ternak Baznas Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anwar
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya menyampaikan, Kelompok Ponjen Tani di Kabupaten Wonosobo ini merupakan program balai ternak ke-36 yang telah diresmikan.
Menurutnya, Balai Ternak BAZNAS merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan, harapannya agar pera peternak kita nantinya juga dapat menjadi muzaki, yang menunaikan zakatnya.
"Ini adalah titipan muzaki, dana yang dikeluarkan itu dari muzaki, maka panjenengan membawa dana amanat, maka panjenengan harus mengerjakannya sebaik-baiknya," ucapnya.
Baca juga : Batam Menjadi Magnet Investasi Indonesia
Kiai Noor berharap program Balai Ternak BAZNAS ini menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi peternak mustahik serta dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, mengungkapkan, program Balai Ternak di Wonosobo Kelompok Ponjen Tani saat ini memiliki jumlah peternak sebanyak 20 orang laki-laki.
"Dengan sarana yang dibantu BAZNAS yaitu renovasi kandang pembiakan, subsidi bahan untuk pembangunan kandang penggemukan, obat-obatan untuk treatment awal, subsidi bahan bangunan untuk pembangunan gudang pakan dan rumah kompos, 57 ekor jenis induk domba Wonosobo dan 100 bakalan jenis domba lokal ekor tipis," ungkapnya.
Baca juga : Sinergi Pemkot dan Baznas Tangsel, Guna Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 500 Guru TPA/TPQ
Saidah menjelaskan, pendanaan program berasal dari BAZNAS RI dengan BAZNAS Kabupaten Wonosobo dalam rangka scalling up kelompok yang sudah ada.
"Adapun fasilitas lain yang sudah kelompok miliki antara lain gudang, sekretariat, dan 1 unit kandang pembiakan kapasitas 150 ekor," jelasnya.
Selain membantu pengadaan sarana dan hewan ternak, BAZNAS RI juga melakukan pendampingan intensif untuk menambah kemampuan peternak.
Baca juga : 7.800 Porsi Makanan Sehat dari Baznas untuk Penyintas Kebakaran di Manggarai
"Pengembangan budidaya ternak, pengembangan pupuk kompos padat cair, pengembangan integrated farming system, pengembangan ternak penggemukan untuk kurban dan penggemukan untuk penjualan harian," kata Saidah.
Program ini pun disambut baik oleh Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, M.Si. Menurutnya, peluncuran Balai Ternak BAZNAS ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi peternak di Wonosobo.
"Mudah-mudahan adanya program ini Wonosobo menjadi salah satu daerah yang bisa memberikan kontribusi dalam kedaulatan pangan di Jawa Tengah. Terima kasih kepada BAZNAS, yang sudah memberikan bantuan luar biasa bagi kami," ujar Andang.
Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Balai Ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.
Acara tersebut juga dihadiri Dinas Peternakan Kabupaten Wonosobo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo, Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Wonosobo, Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wonosobo, serta para tamu undangan. (Z-12)
Festival balon tradisional ini digelar mulai 23 hingga 29 Maret 2026 dan tersebar di 23 titik lokasi di wilayah Wonosobo.
Warga menyaksikan penerbangan balon udara di Lembah Sindoro-Sumbing, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah, mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat daerah itu sejak awal Bulan Ramadan ini.
MELUASNYA lahan kritis di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai sebagai indikator kegagalan pengelolaan lingkungan yang berlangsung dalam jangka panjang.
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
Langkah deteksi dini dan pencegahan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat saat Lebaran tahun ini lebih bersifat selektif.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved