Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar merayakan momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara sederhana dan tidak berlebihan.
Imbauan ini ditekankan sebagai bentuk solidaritas dan simpati terhadap sejumlah wilayah di Tanah Air yang saat ini tengah menghadapi cobaan bencana alam. Dandim berharap masyarakat dapat menonjolkan rasa empati yang tinggi sebagai sesama anak bangsa di tengah situasi sulit yang dialami warga di daerah lain.
Dalam keterangannya pada Senin (22/12), Letkol Yoyok Suyitno mengajak warga untuk merenungi kondisi bangsa yang sedang berduka di beberapa titik lokasi bencana. Menurutnya, sikap saling menghargai dan kepedulian sosial jauh lebih bermakna dibandingkan perayaan yang dilakukan secara euforia.
"Saat ini, bangsa Indonesia sedang dilanda bencana di beberapa wilayah. Mari kita saling berempati sebagai sesama anak bangsa," ujarnya menekankan pentingnya menjaga perasaan warga yang sedang terdampak musibah.
Terkait aspek keamanan dan kelancaran mobilitas warga, Dandim mengingatkan para pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama dalam perjalanan. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan pos-pos pengamanan (Pos Pam) yang telah disiagakan oleh personel gabungan sebagai tempat beristirahat atau keperluan darurat lainnya.
Ia menegaskan bahwa pos-pos tersebut merupakan fasilitas negara yang didedikasikan sepenuhnya untuk melayani rakyat. "Pos ini dibangun oleh pemerintah untuk melayani rakyat, jadi jangan ragu untuk menggunakannya," tambah Letkol Yoyok.
Selain masalah pengamanan jalur, Dandim juga menaruh perhatian serius pada potensi bencana alam di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Mengingat curah hujan yang masih sangat tinggi di penghujung tahun, ia meminta semua pihak untuk tetap waspada terhadap ancaman tanah longsor dan banjir yang kerap mengintai daerah pegunungan.
Kesiapsiagaan masyarakat serta kecepatan koordinasi dengan petugas di lapangan dinilai menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
Kepada para petugas yang berjaga di setiap posko, Letkol Yoyok Suyitno berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan mengedepankan pendekatan humanis. Ia berharap para personel dapat menjadikan pos pengamanan sebagai sarana interaksi positif dengan warga, sehingga kehadiran aparat benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman.
Dengan sinergi yang kuat antara petugas dan masyarakat, diharapkan perayaan akhir tahun di Wonosobo dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan. (TS/P-5)
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
Langkah deteksi dini dan pencegahan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan.
POLRES Wonosobo, Jawa Tengah berupaya mengantisipasi kemacetan di jalur wisata ke Dieng saat musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Letkol Inf Yoyok Suyitno menyampaikan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda rutin tahunan yang memerlukan perhatian ekstra.
Polres Wonosobo bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan barang di pasar hingga awal Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved