Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA berakhirnya Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 tahap pertama di Kota Padang, Sumatra Barat, masih ada 13 ribu anak yang belum diimunisasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, Citra Septiyenri, menjelaskan hingga 3 Agustus, total capaian imunisasi di Kota Padang mencapai 81.531 dari 94.673 sasaran, atau sekitar 86,12% berdasarkan data realtime.
"Artinya, masih ada lebih dari 13 ribu anak yang belum diimunisasi. Ini yang akan kita upayakan untuk dicapai selama perpanjangan waktu ini," ujarnya, Kamis (8/8).
Baca juga : Siaga Hadapi Kekeringan, BPBD Padang Salurkan 70 Ton Air Bersih
Citra juga menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kota Padang, melalui puskesmas-puskesmas, akan terus mengupayakan pelaksanaan imunisasi di berbagai lokasi, termasuk puskesmas, posyandu, dan jemput bola ke sekolah-sekolah.
"Dari 24 puskesmas yang ada di Kota Padang, rata-rata capaian imunisasi berada di kisaran 80%-90%, bahkan ada puskesmas yang telah mencapai lebih dari 100%, seperti Puskesmas Bungus dan Puskesmas Rawang," jelasnya.
Namun, Citra juga mencatat bahwa masih ada lima puskesmas dengan capaian di bawah 80%, yang akan menjadi fokus upaya maksimalisasi selama masa perpanjangan ini.
Baca juga : Vaksin Polio Berpotensi Sebabkan Kecacatan, Mitos atau Fakta? Ini Kata Pakar
"Ini yang akan kita upayakan untuk lebih maksimal," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah mencanangkan PIN Polio 2024 hingga 3 Agustus mendatang. PIN Polio 2024 kemudian diperpanjang hingga 10 Agustus 2024.
Perpanjangan ini bertujuan untuk memaksimalkan pencapaian sasaran imunisasi.
"PIN Polio tahap pertama di Kota Padang diperpanjang hingga 10 Agustus untuk mengoptimalkan capaian sasaran," imbuhnya. (YH/J-3)
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
“Dari sisi pH-nya, air ini berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,”
Prosesi pemakaman enam jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum teridentifikasi digelar dengan penuh khidmat, Rabu (7/1).
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap pertama bagi jemaah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Setiap unit memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 2.000 liter air minum per hari dan akan ditempatkan di titik-titik prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved