Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Walikota (Pilwakot) Bogor diprediksi akan diikuti oleh empat poros koalisi partai politik (parpol). Poros koalisi tersebut akan menentukan peta pertarungan kedepan.
Empat poros koalisi tersebut yakni, pertama poros Koalisi PAN, Demokrat, dan PSI yang mengusung Deddie Rachim, Kedua, Poros PKS, yang sudah mendapatkan tiket langsung Walikota, Ketiga, Poros PDIP, PKB, dan PPP, yang mengusung pasangan Rayendra dan Wakil dari PDIP, dan Keempat, Poros Gerindra-Golkar-Nasdem, yang kemungkinan besar mengusung Duet Aji Jaya Bintara (Kang Jaya) - Rusly Prihatevy.
Dari keempat poros tersebut, kekuatan 2 (dua) poros utama akan mempertemukan pertarungan Deddie Rachim sebagai mantan petahana dan Aji Jaya Bintara (Kang Jaya) mewakili Energi Baru Kota Bogor. Seperti diketahui dari berita dan berbagai sumber, kemunculan Tokoh Muda Nasional asli Bogor, Kang Jaya menarik perhatian publik kota Bogor.
Baca juga : Erlangga Yudha Nugraha Maju Pilkada Kota Tangerang
Popularitasnya sebagai salah satu figur alternatif bagi Kota Bogor mencuat seiring gebrakan dan inovasi programnya yang langsung dieksekusi dan direspons positif masyarakat. Bukan hanya itu, poros keduanya akan sangat menentukan peta koalisi dan strategi pemenangan masing-masing parpol dan relawan.
Seperti diketahui, gerbong lama Deddie Rachim dimotori Partai Amanat Nasional (PAN), didampingi Partai Demokrat dan PSI. Deddie, asli Garut yang menjadi wakil walikota bogor sebelumnya, berpatokan pada program-program yang sudah ada sebelumnya, era Bima Arya, dan melanjutkan apa yang belum dilakukan Kang Bima di periode sebelumnya.
Deddie mengusung tema Bogor Beres, artinya pekerjaan dan kebijakan yang belum selesai di era sebelumnya akan coba dieksekusi dan diselesaikan jika dirinya terpilih menjadi Walikota.
Baca juga : Pilwalkot Bogor, Golkar Beri Sinyal Usung Dedie Rachim
Sementara di sisi lain, Aji Jaya Bintara atau Kang Jaya, merepresentasikan Energi Baru dan Kepemimpinan Muda. Pengalamannya di penugasan intelijen ekonomi dunia internasional dan memimpin beberapa perusahaan dan organisasi kepemudaan, membuat anak ideologis Presiden Terpilih, Prabowo Subianto ini mendapatkan angin segar kepemimpinan era baru, khususnya Kota Bogor.
Ditilik dari program-programnya yang langsung dieksekusi masyarakat, Kang Jaya berpatron pada pentingnya sinergitas Program antara Pusat dan Daerah, salah satunya Program Makan Bergizi dan Susu Gratis untuk anak dan ibu hamil, serta program ekonomi kerakyatan lainnya.
Kang Jaya, juga meluncurkan program 5 (lima) Kartu Sakti Warga Bogor, yaitu Bogor Murah, Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Kerja, dan Bogor Lingko. Kelimanya adalah manifesto program pro-rakyat, yang manfaatnya langsung diberikan ke masyarakat dan terbukti efektif penerapannya sampai sekarang di DKI Jakarta melalui Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar).
Baca juga : Bursa Pilwakot Jambi Diramaikan oleh Calon Pemimpin Muda
Dalam perjalanan sosialisasinya, Program Kartu ini dilengkapi Chip dan Terintegrasi dengan Teknologi tinggi agar pemanfaatannya benar-benar efektif. Respons masyarakat Kota Bogor sangat positif dan berbondong-bondong mendaftar.
Koalisi partai di Kota Bogor harus berhitung cermat dan mendetail. Proxy elektabilitas terkini (per Mei) belum bisa menjadi dasar acuan, mengingat dinamika kontestasi dan politik di Kota Bogor masih sangat cair.
Selain itu, modal politik yaitu akses ke kekuasaan 5 (lima) tahun mendatang menjadi kunci bagan koalisi dan pemenangan Kota Bogor. Jika dilihat dari aspek tersebut, Aji Jaya Bintara (Kang Jaya) dapat menghadirkan wajah dan patron baru peta koalisi kota bogor, karena kemungkinan besar, restu Prabowo Subianto mengarah kepadanya dengan program-program yang lebih selaras.
Baca juga : Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa
Modal politik Kang Jaya juga layak diperhitungkan, akses langsung ke Presiden Terpilih, menjadi kunci eksekusi program-program kerja Kota Bogor kedepan karena alokasi dana pembangunan dari pusat bisa meningkat signifikan.
Secara matematis, hitungan koalisi yang dipimpin Partai Gerindra, menjadi komponen penting penantang koalisi yang dibentuk Partai Amanat Nasional (PAN), sebagai koalisi petahana.
Meski faktor wakil walikota juga menjadi variabel menentukan, dimana kemungkinan besar, (jika mendapat restu Prabowo), Aji Jaya Bintara berpasangan dengan wakil dari Partai Golkar yaitu Rusly Prihatevy.
Dan Deddie Rachim kemungkinan besar berpasangan dengan wakil dari kalangan professional atau dari partai pengusungnya. Yang jelas pilkada Kota Bogor masih bersifat dinamis dan akan sangat menarik disimak beberapa bulan ke depan. (Z-8)
"Dari segi teoretis dan data empiris, pemilu yang baru dilaksanakan ini justru merugikan kualitas demokrasi."
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 di 24 daerah akan menimbulkan sejumlah konsekuensi.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan Pemilu dan Pilkada serentak perlu ditinjau ulang. Ia menilai perlu dicari solusi terkait bagaimana pemilihan
Penyelenggaraan acara akan digelar pada Minggu, 2 Februari 2025, di Kalipepe Land, Boyolali dimulai pada pukul 17.00 WIB.
MOMEN pilkada yang sudah usai di berbagai daerah disebut harus jadi momentum kembali bersatunya berbagai pihak yang sempat saling berkontestasi.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (17/12).
Mamdani berkeinginan datang ke Washington untuk berbicara langsung dengan Trump.
Arifin pun sengaja menyebarkan video modus penipuan yang nyaris menimpanya melalui media sosial dan telah direspons oleh banyak orang.
Ia menilai, peran DPRD terkait fungsi pengawasan kepada jajaran eksekutif kurang efektif. Pasalnya, saat ini penilaian hanya tertumpu pada penyerapan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved