Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyaranlkan agar pencarian para korban banjir lahar hujan yang hilang di Sumatera Barat (Sumbar) lebih produktif jika mulai dilakukan saat pagi hingga siang hari.
"Pagi-pagi sekali hingga setidaknya pukul 14.00 WIB semua kegiatan di lapangan harus selesai, karena lebih dari itu diprakirakan cuaca akan turun hujan sedang-lebat," kata dia di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (13/5).
Ia meminta rekomendasi waktu pencarian ini harus benar-benar diperhatikan oleh tim lapangan Basarnas, TNI/Polri yang bertugas untuk mencari korban pada wilayah sekitar lereng perbukitan, terlebih yang beririsan langsung dengan Gunung Marapi, seperti Kabupaten Agam dan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Hal demikian dikarenakan BMKG menilai saat hujan mengguyur maka dikhawatirkan sisa lahar yang mengendap di Gunung Marapi akan kembali terbawa dan memicu bencana banjir susulan di wilayah itu.
Ia menyebutkan potensi banjir bercampur lahar hujan susulan itu mungkin terjadi dan dampaknya juga diperkirakan lebih besar hingga mampu menggelontorkan batu berdiameter 2-3 meter ke bawah dengan cepat karena telah tercipta pola aliran saat bencana sebelumnya, Sabtu (11/5).
Kondisi ini dipertegas pula melalui hasil analisa Tim Meteorologi BMKG yang mendapati hujan dengan intensitas sedang, lebat-sangat lebat di atas 130 mm/hari masih akan berlangsung setidaknya dalam satu pekan ke depan di
wilayah itu.
"Analisa kami akan disampaikan setiap harinya, bahkan ada prediksi cuaca per tiga jam ke depan karena kita semua tidak ingin justru timbul korban baru," ujarnya.
Ia menyebutkan bila terdeteksi ada potensi hujan lebat maka otoritas terkait harus cepat mengambil keputusan apakah butuh dilakukan evakuasi terhadap warga dari setiap kabupaten kota terdampak yang berada di wilayah aliran itu.
Data Kantor SAR Sumatera Barat melaporkan sampai dengan Senin (13/5), pukul 13.00 WIB, tercatat 15 korban banjir lahar hujan yang hilang. Untuk Kabupaten Tanah Datar ada 12 orang korban hilang. Untuk Kabupaten Agam ada tiga korban hilang. Untuk jumlah korban meninggal dunia dalam bencana ini terdata dari Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Padang Pariaman total 44 orang atau bertambah satu orang dari jumlah sebelumnya. (Ant/P-5)
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 1 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BATAM diperkirakan mengalami cuaca umumnya berawan pada Jumat, 27 Februari 2026. Meski pada pagi hari kondisi relatif cerah berawan, hujan berpotensi turun pada siang hingga sore hari.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved