Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya berhasil menangkap dua orang pelaku ganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan RE Martadinata menggunakan tusuk gigi. Kedua pelaku tersebut berinisial AS, 37, warga Kabupaten Tanggamus Lampung dan ZM, 48, warga Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berpura-pura membantu korban.
Viral sebuah video berdurasi waktu 59 detik tersebar di media sosial (medsos) terkait aksi kejar-kejaran yang dilakukan anggota Polisi, warga terhadap pelaku sampai Imbanagara, Kabupaten Ciamis dan menduga kendaraan warna putih nomor polisi E 1535 LN sebagai pelaku tabrak lari. Atas kejadian tersebut, puluhan warga terpaksa merusak mobil pada bagian kaca depan, belakang, samping pecah.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Fetrizal mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat ada pelaku melarikan diri setelah membawa kabur kartu ATM milik korban. Namun, sebelum kejadian itu terjadi 2 orang pelaku sudah mengganjal lubang kartu ATM dan seorang warga yang menggunakan kesulitan untuk memasukan kartu.
Baca juga : Anies: Antusiasme Warga Ciamis dan Tasikmalaya untuk Perubahan Sangat Tinggi
"Korban yang bernama Waginah Yuningsih, 45, warga Panyingkiran, Kecamatan Indihiang saat hendak melakukan transaksi di ATM area SPBU mengalami kesulitan untuk memasukan kartu. Akan tetapi, situasi tersebut langsung dimanfaatkan pelaku dengan menghampiri korban menawarkan bantuan berpura-pura membantu dan melihat saat menekan nomor PIN," katanya, Senin (6/5).
Ia mengatakan, dalam waktu singkat pelaku melakukan aksinya dengan cara menukarkan kartu ATM milik korban yang disiapkan tetapi korban sadar hingga meminta kartu miliknya yang diambilnya. Namun, pelaku pun langsung kabur menggunakan mobil dan meninggalkan korban hingga perempuan tersebut berteriak meminta tolong kepada masyarakat sekitar.
"Pelaku berhasil diamankan setelah warga dan polisi mengejarnya sampai ke Ciamis dengan kondisi mobil pelaku rusak karena ugal-ugalan sempat menabrak dan kondisi ban bagian depan habis menyisakan velgnya saja. Akan tetapi, warga juga sempat merusak kendaraan karena diduga mobil yang ditangkapnya tabrak lari," ujarnya.
Atas perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 jo pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan modus operasi ganjal ATM dan dari tangan pelaku menyita barang bukti berupa kartu-kartu ATM yang disiapkan untuk melakukan aksinya. (AD/Z-7)
Menurutnya, anggota Satreskrim masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap RMZ sebagai tersangka pembegalan yang dilakukannya ingin mendapat keuntungan pribadi.
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
ARUS mudik jalur arteri nasional di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat menuju arah Timur ke Jawa Tengah meningkat signifikan. Satuan Lalu lintas berlakukan 24 kali sistem one way
Arus mudik di Jalur Gentong Tasikmalaya sempat macet 4 km pada H-3 Lebaran 2026. Polisi berlakukan sistem one way di Pamoyanan untuk urai 52 ribu kendaraan.
Di jalur Kadungora sistem one way diberlakukan dua kali, masing-masing pukul 08.45 hingga 09.00 WIB dan 09.40 hingga 10.00 WIB, dengan titik pending di Jalan Baru Kadungora
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, arus mudik jalur arteri nasional dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah memasuki H-6 belum ada volume peningkatan
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved