Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 167 kali gempa susulan di wilayah Pulau Bawean, Jawa Timur. Lantas, mengapa gempa susulan bisa terjadi sebanyak itu?
KEPALA Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, banyaknya gempa susulan di wilayah tersebut karena karakter gempa kerak dangkal Bawean terjadi di batuan kerak permukaan yang batuannya heterogen, sehingga cenderung rapuh dan mudah patah. Ia membeberkan, gempa Bawean sendiri diduga bersumber dari Sesar Muria.
“Berbeda dengan gempa kerak samudera yang batuan homogen-elastik, miskin gempa susulan bahkan tanpa susulan,” kata Daryono dalam keterangan resmi, Sabtu (23/3).
Baca juga : Sesar Aktif Picu Gempa Dangkal di Perairan Tuban, Apa Dampaknya?
Menurut dia, gempa susulan memang lazim terjadi pascagempa kuat. Namun, itu bukan hal yang perlu ditakuti. Pasalnya, banyaknya gempa susulan merupakan gambaran kondisi batuan yang rapuh mudah deformasi. “Gempa susulan yang banyak justru dapat memberi informasi peluruhan sehingga kita jadi tahu aktivitas gempa akan segera berakhir,” ucap dia.
Adapun, BMKG mencatat bahwa gempa susulan yang terjadi di Bawean, Jawa Timur semakin jarang. Jika kemarin dalam satu jam mencapai 19 kali hempa, data terkini menunjukkan 1 jam hanya terjadi 3 gempa.
“Pelajaran yang dapat kita ambil bahwa ancaman gempa tidak hanya berasal dari selatan, subduksi lempeng/megathrust, tetapi juga dari sesar aktif di daratan dan di laut utara Jawa Timur,” pungkas Daryono. (Z-10)
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG memprediksi cuaca Jakarta hari ini 20 Januari 2026 akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata. Simak detail suhu dan kelembapannya.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
BADAN Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan serius bagi penduduk di wilayah Prefektur Shimane dan sekitarnya, pasca-gempa Jepang berkekuatan Magnitudo 6,2.
Jepang kembali diguncang serangkaian gempa susulan, lebih dari 10 kali dalam kurun 14 jam, usai gempa kuat bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara negara itu.
Gempa tersebut merupakan rangkaian dari gempa susulan Sukabumi yang dirasakan di wilayah Kabandungan dengan skala intensitas II-III MMI.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 24 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,7 di Banyuwangi.
Gempa tektonik itu dirasakan hingga empat wilayah di Kabupaten Sukabumi, yakni di Kalapanunggal, Kabandungan, Dramaga, dan Palabuhan Ratu dengan Skala Intensitas II MMI.
Gempa Sukabumi ini berada di kedalaman 8 kilometer, yang tepatnya ada di koordinat 6.73 LS dan 106.58 BT, atau berlokasi di darat pada jarak 28 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved