Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda Kabupaten Demak dan Kudus, Jawa Tengah, tidak kunjung surut, akibatnya jumlah pengungsi terus bertambah. Selain itu, akses transportasi mengalami kelumpuhan karena jalan utama antar daerah dan perkotaan masih tertutup banjir.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia pada Rabu (20/3), jalur Pantura Demak-Kudus masih lumpuh karena terendam banjir dengan ketinggian 30–70 centimeter di Karanganyar dan beberapa ruas dalam kota Demak. Bahkan banjir yang terjadi telah meluas hingga ke 100 desa di 11 kecamatan, termasuk Demak Kota di sekitar alun-alun hingga Kompleks Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.
Jumlah pengungsi juga terus meningkat di kedua daerah itu hingga tercatat mencapai puluhan ribu jiwa tersebar di puluhan lokasi pengungsian.
Baca juga : Jumlah Pengungsi Banjir Kudus Capai 5.041 Orang
"Belum dapat pulang, di kampung saya air masih setinggi genting atau sekitar 2,5 meter," ujar Rina,45, seorang pengungsi dari Demak di Jati, Kabupaten Kudus Rabu (20/3).
Hal serupa juga diungkapkan Suryati,30, pengungsi bertahan di tanggul Sungai Wulan Demak, bahwa bersama keluarga telah dua kali mengalami banjir di tahun ini. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan selama di pengungsian hanta mengandalkan bantuan yang dikirim petugas.
"Baru satu pekan pulang mengungsi, sekarang mengungsi lagi," tambahnya.
Baca juga : Pengungsi Banjir Demak Melonjak lagi hingga 22.725 Jiwa
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji mengatakan jumlah pengungsi di daerah ini terus bertambah. Tidak hanya berasal dari Kudus tetapi juga ada ribuan warga Demak yang ikut mengungsi di sini karena tempat tinggalnya tidak jauh dari Sungai Wulan terendam banjir.
"Jumlah pengungsi sekarang mencapai 5.014 jiwa yakni dari Kudus 3.041 jiwa (828 keluarga) dan dari Demak 1.973 jiwa (500 keluarga) tersebar di 29 lokasi," kata Munaji.
Memenuhi kebutuhan pengungsi dan korban banjir di 31 desa di enam kecamatan di Kudus, lanjut Munaji, telah didirikan 15 dapur umum terutama di sekitar lokasi pengungsian yakni Balai Desa Golantepus, Balai Desa Jati Wetan, Gulang, Blimbing Kidul, gedung DPRD, masjid, TPQ, serta gereja. "Ada 39.272 warga terdampak banjir di Kudus ini," imbuhnya.
Baca juga : Harga Beras di Jateng Kembali Melonjak
Kepala BPBD Demak Agus Nugroho Luhur secara terpisah mengungkapkan banjir terus meluas karena tanggul jebol belum dapat ditambal dan sejumlah sungai masih meluber. Berdasarkan data hingga saat ini ada 100 desa terendam atau baik dibanding sebelumnya 89 desa di 11 kecamatan.
"Ada 97.147 jiwa terdampak dan 22.129 jiwa masih mengungsi di puluhan lokasi pengungsian, bahkan di Kota Demak ada 140 jiwa lagi mengungsi ditempatkan di Wisma Halim," demikian Agus Nugroho Luhur.
Selain terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, menurut Agus Nugroho Luhur, upaya penanganan banjir saat ini berkonsentrasi penyelamatan jiwa serta percepatan penambalan tanggul yang jebol sebelum dilakukan pemompaan air untuk dibuang lagi ke sungai.
(Z-9)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Sekolah juga diperintahkan untuk segera mengembalikan seluruh uang yang telah ditarik dari orang tua siswa
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
863 atlet muda panahan yang jadi peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved