Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA masih belum membaik. Bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), semakin meluas mencakup 89 desa dalam 11 kecamatan. Jumlah pengungsi semakin melonjak menjadi 22.725 jiwa dibanding sebelumnya sebanyak 12.982 orang.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (18/3) hingga siang, banjir melanda Kabupaten Demak kian mengkhawatirkan. Gelombang pengungsi semakin melonjak di puluhan lokasi pengungsian bersamaan dengan meningkatnya jumlah desa terendam.
Cuaca di sejumlah daerah di Jawa Tengah juga masih belum membaik. Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi tujuh daerah yakni Cilacap, Kendal, Pemalang, Tegal, Semarang, Grobogan, dan Kota Salatiga. "Potensi hujan lebat masih tinggi di daerah itu," ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo.
Baca juga : Banjir Demak Masih Tinggi, Puluhan Ribu Warga Bertahan di Pengungsian
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhar dalam laporan tertulis Senin (18/3) mengungkapkan jumlah desa terendam di Kabupaten Demak meningkat dari sebelumnya 88 desa di 10 kecamatan menjadi 89 desa di 11 kecamatan. Banjar di Demak dengan ketinggian 30-80 sentimeter tersebut tersebar di Kecamatan Demak, Karangtengah, Sayung, Mranggen, Wonosalam, Karanganyar, Karangawen, Kebonagung, Guntur, Dempet, dan Gajah dengan jumlah warga terdampak mencapai 93.149 jiwa.
"Ada 22.725 jiwa di antaranya mengungsi. Kini sebanyak 45 titik lokasi pengungsian telah didirikan Pemerintah Kabupaten Demak," ujar Abdul Muhar.
Dalam rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, BNPB menyerahkan bantuan dukungan operasional guna percepatan penanganan bencana banjir di wilayah Jawa Tengah berupa Dana Siap Pakai (DSP) kepada sembilan pemerintah daerah terdampak banjir masing-masing. Dana Siap Pakai Rp250 juta per daerah diserahkan kepada sembilan daerah yakni Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Blora, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Pekalongan.
Selain pemerintah daerah, bantuan DSP diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV Diponegoro, dan Polda Jawa Tengah masing-masing sebesar Rp350 juta serta diserahkan bantuan paket logistik dan peralatan. Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho Luhur mengatakan meskipun jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu jiwa, tetapi evakuasi terhadap warga terutama di daerah rawan terus berlanjut. Hal itu terutama masih jebolnya tanggul Sungai Wulan hingga diperkirakan banjir meluas dan meninggi.
"Kita melakukan kesiagaan penuh untuk mengantisipasi banjir semakin meluas dan meninggi. Sejumlah perahu karet, baik dari BPBD Demak, Brimob Jateng, TNI, maupun PMI terus bergerak ke titik banjir terjauh," kata Agus Nugroho Luhur. (Z-2)
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved