Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Jumlah warga yang terdampak akibat konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus meningkat tajam. Hingga Minggu (27/7), lebih dari 200.000 orang terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan kedua negara yang tengah dilanda bentrokan selama empat hari terakhir.
Menurut data sementara, sedikitnya ada 34 korban jiwa terdiri dari warga sipil dan personel militer dari kedua belah pihak. Pemerintah Thailand mencatat 8 tentara dan 13 warga sipil tewas sedangkan Kamboja melaporkan 5 tentara dan 8 warga sipil meninggal dunia.
Selai itu, sekitar 138.000 orang dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand sedangkan Kamboja mencatat sekitar 80.000 warganya harus meninggalkan rumah mereka.
Di tengah meningkatnya eskalasi, para pemimpin Thailand dan Kamboja berencana menggelar pertemuan damai di Malaysia pada Senin (28/7). Pertemuan tersebut akan dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN. Menurut Anwar, fokus utama pertemuan ialah mencapai gencatan senjata dengan segera.
Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dijadwalkan hadir dalam dialog tersebut.
“Kamboja menyetujui usulan untuk segera dan tanpa syarat melakukan gencatan senjata antara kedua angkatan bersenjata," kata Hun Manet.
Namun, meski seruan perdamaian digaungkan, kontak senjata masih terjadi pada Minggu. Bentrokan kembali pecah di sekitar dua kuil kuno yang terletak di wilayah perbatasan antara Kamboja utara dan Thailand timur laut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menyebut pasukan Thailand mulai menyerang sekitar pukul 04.50 pagi. Sementara itu, juru bicara militer Thailand, Kolonel Ritcha Suksuwanon, mengatakan justru pasukan Kamboja yang pertama kali menembakkan artileri sekitar pukul 04.00.
Ledakan dari senjata artileri bahkan mengguncang jendela-jendela rumah di Kota Samraong, Kamboja, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari garis depan.
Meski telah ada pernyataan positif dari kedua belah pihak, tudingan pelanggaran terus berlanjut. Kementerian Luar Negeri Thailand menuduh Kamboja menembakkan peluru ke permukiman warga sipil di Provinsi Surin.
Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyebut Thailand melakukan tindakan agresi yang terkoordinasi dan disengaja. Kamboja juga menuduh militer Thailand menggunakan amunisi kluster yang dilarang sedangkan Thailand menuduh pasukan Kamboja menyerang fasilitas medis. (AFP/E-3)
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
ISPA, diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Mengenai para tentara Kamboja yang ditangkap, Perdana Menteri Manet mencatat bahwa melindungi nyawa mereka telah menjadi prioritas utama sejak saat penangkapan mereka.
WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dukung upaya perdamaian yang dilakukan Thailand dan Kamboja. Rencananya, Malaysia menjadi tuan rumah dalam perundingan perdamaian kedua negara
Indonesia dinilai harus mengambil tindakan dan mengantisipasi perang Thailand dan Kamboja. Sebab konflik kedua negara itu dapat memberi dampak bagi ekonomi dan keamanan di kawasan ASEAN.
DI tengah hujan artileri dan pertempuran mematikan antara militer Thailand dan Kamboja, warga sipil terpaksa mengungsi.
DI tengah konflik perbatasan Thailand dan Kamboja, sejumlah warga tetap menolak mengungsi. Apa alasan mereka?
HARAPAN gencatan senjata tercapai antara Thailand dan Kamboja mulai terbuka setelah kedua negara menyatakan kesediaan untuk memulai dialog guna mengakhiri pertikaian perbatasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved