Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah perlahan berangsur surut. Meski begitu, ketinggian air di jalur Pantura Demak-Kudus masih tinggi dan air sempat merendam jalur
Hingga, Kamis (15/2), puluhan ribu warga Demak masih bertahan di 26 lokasi pengungsian. Pasalnya, meskipun banjir sudah berangsur surut, ketinggian air merendam 35 desa di tujuh kecamatan masih cukup tinggi mencapai 0,5-1,5 meter hingga para pengungsi belum dapat pulang.
Bahkan, pada Rabu (14/2) petang, banjir sempat meluas hingga Kecamatan Mijen, Demak dan menutup ruas jalan Mijen-Welahan (Jepara) akibat tanggul jebol di Sungai Wulan belum tertutup secara sempurna.
Baca juga : Banjir Demak, Petugas TPS Pemilu 2024 Jadi Relawan
"Banjir sempat meluas sampai di sini, macet panjang karena jalan alternatif tertutup air hingga 0,5 meter," kata Camat Mijen Purkanto.
Di ruas Jalur Pantura Demak-Kudus, meskipun sudah mulai surut namun banjir juga masih merendam dengan ketinggian air 70 centimeter hingga lalu lintas masih lumpuh dan belum dapat dilintasi kendaraan, sedangkan banjir merendam di desa-desa sepanjang ruas di Kecamatan Karanganyar, Demak masih tetap tinggal di atas satu meter.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Demak Ajun Komisaris Lingga Ramdhani mengatakan secara umum banjir merendam jalur Pantura Demak-Kudus sudah mulai menurun, seperti di Desa Cangkring, Kecamatan Karanganya sudah mengering, namun di ruas lainnya yakni KM 42-43 banjir masih tinggi dan belum dapat dilalui kendaraan.
Baca juga : Jumlah Pengungsi Banjir Demak Jadi 15.650 jiwa
"Kita minta pengguna jalan tujuan Kudus melalui jalur alternatif Lingkar Demak-Godong dan Semarang-Surabaya maupun sebaliknya bisa melalui Tol Ngawi-Solo," ujar Lingga.
Sedangkan ruas jalur alternatif Mijen-Welahan yang tertutup banjir, lanjut Lingga, juga dilakukan langkah penutupan sementara dari mulai Simpang Trengguli karena ada peningkatan banjir 30-40 centimeter.
"Peningkatan banjir di Mijen tersebut merupakan dampak menurunnya banjir di Karanganyar," tambahnya.
Baca juga : Banjir Demak Renggut Hak Suara Sopir Truk dalam Pemilu
Sementara itu, puluhan ribu pengungsi berasal dari 35 desa di tujuh kecamatan terpantau masih bertahan di 26 lokasi pengungsian, mereka mengungsi di wilayah Demak dan Kudus dengan membuat tenda terpal plastik di tanggul Sungai Wulan, balai desa, gedung sekolah hingga terminal Jati kudus.
Sejak dini hari, ratusan petugas gabungan dan relawan di kedua daerah tersebut terus sibuk di dapur umum untuk menyiapkan makanan siap saji baik untuk para pengungsi maupun warga korban banjir yang masih bertahan di rumah.
"Kami terus menyiapkan makanan di dapur umum untuk puluhan ribu korban banjir," ujar Kepala BPBD Demak Agus Nugroho.
Baca juga : 183 TPS di Demak Diusulkan Pemilu Susulan
Hal serupa juga diungkapkan Riwayati, relawan di Kabupaten Kudus, bahkan untuk menyuplai makanan bagi korban banjir setiap hari petugas dibantu relawan menggunakan perahu karet agar menembus hingga desa terjauh.
"Bersyukur bantuan datang dari berbagai pihak hingga meringankan beban petugas," imbuhnya. (Z-1)
Baca juga : Banjir Demak Lumphkan Jalur Pantura, Masih Banyak Warga Butuh Pertolongan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Sekolah juga diperintahkan untuk segera mengembalikan seluruh uang yang telah ditarik dari orang tua siswa
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved