Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JALUR Pantura Demak-Kudus masih lumpuh akibat terendam banjir hingga ketinggian capai 1-1,5 meter lalulintas dialihkan ke jalur alternatif, diduga masih banyak warga terjebak banjir dan membutuhkan pertolongan.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (10/2) banjir merendam 30 desa di tujuh desa di Kabupaten Demak belum ada tanda-tanda surut, bahkan diperkirakan masih banyak warga terjebak banjir dan bertahan di rumah hingga petugas gabungan SAR, BPBD, PMI, TNI, Polri hingga relawan terus berusaha melakukan penelusuran.
Sementara itu itu jalur Pantura Demak-Kudus juga masih lumpuh akibat terendam banjir di Karanganyar dengan ketinggian air capai 1-1,5 meter.
Baca juga : Hujan sejak Pagi Banjir Meninggi di Jalur Pantura Semarang-Demak
"Kita minta kendaraan di jalur Pantura tersebut sementara melintas tiga jalur alternatif karena banjir masih tinggi," kata PJ Gubernur Jawa Tengah
Nana Sudjana saat berada di Simpang Trengguli Demak Sabtu (10/2). Kendaraan dari arah Demak ke Kudus dan sebaliknya, demikian Nana Sudjana, dapat melintas di tiga jalur alternatif yakni rute dari Pati-Kudus melalui jalur Kudus-Margoyoso-Welahan-Trengguli-Lingkar Demak, Pati-Tayu-Keling-Jepara-Margoyoso-Welahan-Trengguli dan Pati-Lingkar Utara Purwodadi-Godong- Demak-Lingkar Demak-Tol Demak-Semarang.
Sementara itu hingga kini sebanyak 8.170 jiwa masih bertahan di puluhan titik lokasi pengungsian karena banjir belum ada tanda-tanda surut, meskipun penambalan secara darurat beberapa tanggul sungai yang jebol terus dilakukan, bahkan diperkirakan masih banyak warga yang terjebak banjir dan rumah.
Baca juga : Banjir Demak, Pantura Masih Lumpuh dan Banyak Warga Terjebak Butuh Pertolongan
Sebagian pengungsi terpaksa membuat tenda plastik dan bertahan dari hujan yang terus mengguyur kawasan Pantura Jawa Tengah ini, belasan dapur umum juga terus beroperasional untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan warga yang terjebak tersebut, sedangkan beberapa warga mulai terganggu kesehatannya dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Bupati Demak Eisti'anah mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak telah berkoordinasi dengan daerah tetangga untuk membawa korban banjir ke rumah sakit, seperti pengungsi dari Karanganyar dirawat di rumah sakit Kudus dan pengungsi dari Karangawen ke Kota Semarang.
"Pemkab Demak akan menanggung biaya perawatan untuk pengungsi," imbuhnya.
Baca juga : Tanggul Jebol Lumpuhkan Jalur Pantura Demak, Macet Sampai 10 Kilometer
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Muhammad Chomsul mengungkapkan hingga saat ini petugas gabungan bersama relawan masih terus melakukan penyusuran dan evakuasi terhadap warga terutama di Karanganyar, Demak, karena masih banyak warga di wilayah tersebut yang masih terjebak banjir dan bertahan di rumah masing-masing.
Selain Itu BPBD Jawa Tengah, Basarnas, serta relawan SAR, lanjut Muhammad Chomsul, juga berupaya memenuhi kebutuhan makanan darurat dan penyelamatan warga dengan mendistribusikan bantuan makanan siap saji maupun obat-obatan, meskipun dalam menyalurkan suplai logistik mengalami banyak kendala.
"Arus banjir yang deras dan wilayah yang cukup jauh di kedalaman menjadi hambatan, menggunakan belasan perahu karet kami terus bergerak hingga sampai titik terjauh," ujar Muhammad Chomsul. (Z-8)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Sekolah juga diperintahkan untuk segera mengembalikan seluruh uang yang telah ditarik dari orang tua siswa
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah.
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat melintasi banjir yang masih merendam Jalan Kaligawe Raya di ruas Jalur Pantura Semarang-Demak.
Sejak pagi petugas gabungan terdiri dari kepolisian dan dinas perhubungan telah melakuhan penjagaan di depan exit tol di Kabupaten Kendal dan Pemalang.
Sebagian besar kendaraan roda dua memilih melintasi tanggul sungai untuk menghindari banjir rob dan mogok, sedangkan kendaraan berukuran kecil melintas di jalur alternatif.
BMKG meminta warga di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan dan Pemalang untuk kembali siaga banjir rob.
Di Kabupaten Demak banjir rob tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga di puluhan desa di empat kecamatan, tetapi juga merendam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung.
Kepadatan kendaraan di antaranya terlihat mulai perempatan Kanggraksan hingga perempatan Jalan Pemuda Kota Cirebon sepanjang lebih kurang 3 kilometer
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved