Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat masih mengguyur di pantura Jawa Tengah. Akibatnya, banjir merendam beberapa daerah tidak kunjung surut tetapi semakin meninggi. Ini membuat warga semakin khawatir dan arus lalulintas tersendat karena jalur utama kebanjiran.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (25/2), lalu lintas di sepanjang jalur pantura Semarang-Demak, tepatnya mulai Kaligawe hingga Genuk, Kota Semarang, semakin tidak dapat dilintasi kendaraan. Hujan lebat yang mengguyur sejak pagi menjadikan banjir merendam ruas jalan nasional sepanjang dua kilometer itu semakin tinggi.
Rata-rata ketinggian banjir di ruas jalur pantura Semarang-Demak itu naik 10-15 sentimeter dari sebelumnya. Dampaknya, ketinggian air menjadi 40-90 sentimeter sehingga jalan tidak dapat lagi dilintasi. Ini membuat lalu lintas lumpuh.
Jalur alternatif melalui Tol Kaligawe-Gayamsari, Jalan Majapahit, Alteleri, Waltermanginsidi, dan keluar ke Simpang Genuk juga kebanjiran di ujung Jalan Waltermanginsidi setinggi 40 sentimeter. "Sudah ada 12 pompa air dikerahkan untuk menyedot banjir yang semakin meninggi akibat hujan sejak pagi, karena lalu lintas lumpuh dan kendaraan besar juga tidak bisa melintas," kata Kepala Polsek Genuk Kora Semarang Komisaris Subroto.
Mengantisipasi kemacetan dan kelumpuhan lebih parah pada jalur Semarang-Surabaya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Demak yakni mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif menuju ke Karangroto, Tambakroto, dan keluar di Simpan Onggoeawe, Kecamatan Sayung, Demak. "Ini untuk menghindari Genuk," imbuhnya.
Selain mengakibatkan kelumpuhan di jalur pantura, banjir di Kota Semarang, hujan pagi ini juga menciptakan banjr di beberapa kawasan Semarang Utara dan Semarang Timur seperti Gayamsari, Kaligawe, Sawah Besar, Karangkimpul, Genuk, Telogosari, Tanah Mas, Tanjung Emas, Kevundowo, dan Bangetayu. Kelumpuhan lalu lintas juga sempat terjadi di ruas jalan Dukuhseti-Tayu, Kabupaten Pati.
Bahkan hujan yang mengguyur sejak pagi itu membuat warga di dua kecamatan tersebut semakin khawatir banjir kembali meninggi. "Kami warga dua wilayah ini siaga penuh, karena beberapa aliran sungai sudah mulai meluap," kata Anjar Trisna, 60, warga Dukuhseti, Pati.
Banjir di dua kecamatan di Pati itu, Rabu (24/2), mengakibatkan 17 desa terendam banjir. Hingga sast ini masih enam desa terendam dengan ketinggian air 60-100 sentimeter yakni Desa Banyutowo, Bakalan, Tegalombo, Alasdowo, Ngagel, Dukuhseti, dan Kembang.
Petugas Irigasi Kecamatan Dukuhseti Sofii mengatakan hujan yang mengguyur sejak pagi ini dikhawatirkan mengakibatkan banjir semakin tinggi. Debit air sungai dan saluran yang ada sudah setinggi bibir tanggul. "Petugas pengairan saat ini hanya bisa menjaga saluran aur tidak tersumbat," tambahnya. (OL-14)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved