Kamis 25 Februari 2021, 15:54 WIB

Hujan sejak Pagi Banjir Meninggi di Jalur Pantura Semarang-Demak

Akhmad Safuan | Nusantara
Hujan sejak Pagi Banjir Meninggi di Jalur Pantura Semarang-Demak

MI/Akhmad Safuan.
Banjir di pantura Jateng.

 

HUJAN lebat masih mengguyur di pantura Jawa Tengah. Akibatnya, banjir merendam beberapa daerah tidak kunjung surut tetapi semakin meninggi. Ini membuat warga semakin khawatir dan arus lalulintas tersendat karena jalur utama kebanjiran.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (25/2), lalu lintas di sepanjang jalur pantura Semarang-Demak, tepatnya mulai Kaligawe hingga Genuk, Kota Semarang, semakin tidak dapat dilintasi kendaraan. Hujan lebat yang mengguyur sejak pagi menjadikan banjir merendam ruas jalan nasional sepanjang dua kilometer itu semakin tinggi.

Rata-rata ketinggian banjir di ruas jalur pantura Semarang-Demak itu naik 10-15 sentimeter dari sebelumnya. Dampaknya, ketinggian air menjadi 40-90 sentimeter sehingga jalan tidak dapat lagi dilintasi. Ini membuat lalu lintas lumpuh.

Jalur alternatif melalui Tol Kaligawe-Gayamsari, Jalan Majapahit, Alteleri, Waltermanginsidi, dan keluar ke Simpang Genuk juga kebanjiran di ujung Jalan Waltermanginsidi setinggi 40 sentimeter. "Sudah ada 12 pompa air dikerahkan untuk menyedot banjir yang semakin meninggi akibat hujan sejak pagi, karena lalu lintas lumpuh dan kendaraan besar juga tidak bisa melintas," kata Kepala Polsek Genuk Kora Semarang Komisaris Subroto.

Mengantisipasi kemacetan dan kelumpuhan lebih parah pada jalur Semarang-Surabaya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Demak yakni mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif menuju ke Karangroto, Tambakroto, dan keluar di Simpan Onggoeawe, Kecamatan Sayung, Demak. "Ini untuk menghindari Genuk," imbuhnya.

Selain mengakibatkan kelumpuhan di jalur pantura, banjir di Kota Semarang, hujan pagi ini juga menciptakan banjr di beberapa kawasan Semarang Utara dan Semarang Timur seperti Gayamsari, Kaligawe, Sawah Besar, Karangkimpul, Genuk, Telogosari, Tanah Mas, Tanjung Emas, Kevundowo, dan Bangetayu. Kelumpuhan lalu lintas juga sempat terjadi di ruas jalan Dukuhseti-Tayu, Kabupaten Pati.

Bahkan hujan yang mengguyur sejak pagi itu membuat warga di dua kecamatan tersebut semakin khawatir banjir kembali meninggi. "Kami warga dua wilayah ini siaga penuh, karena beberapa aliran sungai sudah mulai meluap," kata Anjar Trisna, 60, warga Dukuhseti, Pati.

Banjir di dua kecamatan di Pati itu, Rabu (24/2), mengakibatkan 17 desa terendam banjir. Hingga sast ini masih enam desa terendam dengan ketinggian air 60-100 sentimeter yakni Desa Banyutowo, Bakalan, Tegalombo, Alasdowo, Ngagel, Dukuhseti, dan Kembang.

Petugas Irigasi Kecamatan Dukuhseti Sofii mengatakan hujan yang mengguyur sejak pagi ini dikhawatirkan mengakibatkan banjir semakin tinggi. Debit air sungai dan saluran yang ada sudah setinggi bibir tanggul. "Petugas pengairan saat ini hanya bisa menjaga saluran aur tidak tersumbat," tambahnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Masuk Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Kamis 06 Mei 2021, 06:41 WIB
Polres Tasikmalaya Kota memutar balik ratusan kendaraan yang melintas di jalur selatan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya...
DOK MI

Tadarusan di Martapura Picu Kontroversi Politisasi Alquran

👤Denny Susanto 🕔Kamis 06 Mei 2021, 06:16 WIB
Kegiatan tadarus Alquran dengan mengundang calon Gubernur Kalimantan Selatan yang berlangsung di Masjid Agung Al Karomah, Martapura, Kalsel...
DOK MI

Dalam Sepekan, Sesar Lokal Di Sigi Picu 28 Kali Gempa

👤Widhoroso 🕔Kamis 06 Mei 2021, 05:45 WIB
BMKG stasiun Geofisika Palu, Sulawesi Tengah mencatat dalam rentan waktu 30 April hingga 4 Mei sudah ada 28 kali gempa mengguncang wilayah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya