Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yang terjadi di Kota Semarang membuat bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir, yang membuat banjir di sejumlah tempat.
Pemantauan Media Indonesia hingga Kamis (14/3) dini hari, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan sambaran petir di beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Kota/Kabupaten Semarang, Pekalongan, Grobogan, Pati, dan Blora mengakibatkan banjir, longsor, dan angin kencang.
Sejumlah sungai dan tidak berfungsinya drinase membuat banjir dengan ketinggian 30-100 centimeter terjadi di berbagai titik.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Bencana Banjir Kembali Landa Semarang
Berdasarkan data dihimpun dari Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut banjir merendam jalan utama, jalur Pantura Semarang-Demak hingga perkampungan warga yakni Jalan Gebanganom (70 - 80 cm), Padi raya (50 - 60 cm), Sendang indah Kelurahan Muktiharjo lor (15 cm), Muktiharjo indah RW 15 Kel. Muktiharjo Kidul (15 - 20 cm), Jalan Muktiharjo raya Kel. Muktiharjo Lor (30 - 70 cm), Jodipati Kel. Krobokan (15 - 40 cm), Kelurahan Kudu (15 - 20 cm), Kelurahan Tambakrejo (15 - 30 cm), Jalan Raya Kaligawe (20 - 50 cm), dan Sidorejo 3 Kel. Sambirejo (20 -30 cm).
Sedangkan bencana longsor di Kota Semarang, terjadi di Srikaton Barat Purwoyoso, Kelurahan Sendangmulyo, Ngaglik Lama Kelurahan.Bendungan, Jomblang Perbalan Kelurahan Candi, Gombel Lama KelurahanTinjomoyo, Kelurahan Lempongsari, Kelurahan Jomblang Candisari, Jalan Ngesti Waluyo Kelurahan Mlatibaru, Jalan Saputan Barat Kelurahan Jomblang, dan Kelurahan kembangarum.
Dampak cuaca ekstrem di ibukota Jawa Tengah ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yakni di Sembungharjo, Kelurahan Candi, Kelurahan Mlatibaru, Kelurahan Sumurrejo dan di Kelurahan Sendangguwo.
Baca juga : Sumatra Barat Dikepung Banjir dan Longsor, 3 Orang Meninggal, 9 Masih Hilang di Pesisir Selatan
"Angin kencang juga mengakibatkan sejumlah atap rumah warga rubuh," kata Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto.
Melubernya Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), kata Endro Pudyo, mengakibatkan banjir tersebut tidak hanya merendam jajan tetapi juga kawasan perumahan dan perkampungan warga.
"Kita juga telah evakuasi beberapa warga lanjut usia dan balita di sejumlah kecamatan," imbuhnya.
Baca juga : Longsor dan Angin Kencang Landa Daerah Sekitar Wisata Dieng Wonosobo
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan berbagai bencana melanda Kota Semarang ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Selasa (12/3), Pemerintah Kota Semarang bersama instansi terkait terus turun untuk menanggulangi bencana terutama banjir yang masih mengepung daerah ini.
Dalam upaya mengatasi banjir terjadi sejak Rabu (13/4) sore, lanjut Hevearita Gunaryanti Rahayu, puluhan pompa air telah dikerahkan di berbagai titik seperti rumah pompa Tenggang, Sringin, dan Pasar Waru serta pemasangan pompa air portabel, namun karena besarnya air penyedot memerlukan waktu cukup lama.
"Kami juga melakukan pemotongan aliran yang sudah dilakukan di Sistem Pompa Pasar Waru, Kandang Kebo dan Muktiharjo yang dialihkan ke Banjir Kanal Timur," ujar Hevearita Gunaryanti Rahayu. (Z-3)
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat melintasi banjir yang masih merendam Jalan Kaligawe Raya di ruas Jalur Pantura Semarang-Demak.
Sejak pagi petugas gabungan terdiri dari kepolisian dan dinas perhubungan telah melakuhan penjagaan di depan exit tol di Kabupaten Kendal dan Pemalang.
Sebagian besar kendaraan roda dua memilih melintasi tanggul sungai untuk menghindari banjir rob dan mogok, sedangkan kendaraan berukuran kecil melintas di jalur alternatif.
BMKG meminta warga di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan dan Pemalang untuk kembali siaga banjir rob.
Di Kabupaten Demak banjir rob tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga di puluhan desa di empat kecamatan, tetapi juga merendam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung.
Kepadatan kendaraan di antaranya terlihat mulai perempatan Kanggraksan hingga perempatan Jalan Pemuda Kota Cirebon sepanjang lebih kurang 3 kilometer
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved