Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Barat terendam banjir pada Jumat (8/3). Bahkan, 3 orang dinyatakan meninggal dan 9 orang hilang di Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu, beberapa daerah juga dilanda bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa itu disebabkan hujan dengan intensitas tinggi melanda beberapa wilayah tesebut sejak kemarin. Adapun wilayah terdampak yang pertama ialah Kota Padang. Enam kecamatan terdampak banjir, yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Naggalo, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Utara dan Padang Timur.
Peristiwa longsor terjadi di Lubuk Paraku yang akibatkan akses jalan terhambat. Pendataan dan evakuasi masih di lakukan oleh BPBD Kota Padang dan tim gabungan setempat hingga saat ini.
Baca juga : Banjir Terjang 10 Wilayah di Riau, Gubernur Terbitkan 11 Instruksi
Lokasi selanjutnya, Kabupaten Pasaman Barat. Sejumlah jalan di Kabupaten Pasaman Barat terputus diakibatkan terendam banjir.
Selain itu banjir juga sebabkan satu jembatan putus di Kecamatan Balingka dan satu unit rumah hanyut terbawa arus di Kecamatan Ranah Batahan. BPBD Kabupaten Pasaman dan tim gabungan terus mengupayakan penanganan darurat bencana hingga kini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dari Kabupaten Pesisir Selatan, BPBD setempat melaporkan tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Bencana Banjir Kembali Landa Semarang
"Sekitar 20.004 rumah milik 20.004 kepala keluarga terdampak. Peristiwa itu turut membuat 45.868 masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman. Tim gabungan masih berada di lokasi melakukan penanganan dan bersiaga," jelas Abdul.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tepatnya Desa Saurenuk Kecamatan Sipora Selatan. Selain itu tanah longsor melanda Desa Bosua yang juga berada di Kecamatan Sipora Selatan. Hingga kini BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai masih melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan aparat setempat.
Peristiwa serupa juga melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Banjir terjadi di kecamatan Lubuak Aluang, 2x11 Kayu Tanam, Batang Anai, V Koto, Sungai Limau, Sitonga, V Koto Timur, Anam Lingkuang, 2x11 Enam Lingkuang, Nan Sabaris, Sungai Geringging, VII Koto, V Koto, VII Koto Patamuan, Ulakan Tapakih. Tanah longsor terjadi di Kecamatan Lubuak Aluang, 2x11 Kayu Tanam, 2x11 Enam Lingkuang, Batang Anai, Sungai Geringging, V Koto, Sungai Limau, V Koto Timur, VII Koto Patamuan. BPBD Kabupaten Padang Pariaman lakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.
Baca juga : BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Redam Bencana Hidrometeorologi di Awal 2024
BPBD Kabupaten Agam melaporkan, banjir yang sempat genangi rumah warga dan ruas jalan di Kecamatan Palembayan sudah mulai surut. Selain banjir, dilaporkan terjadi tanah longsor di dua titik. Antara lain di Kecamatan Malalak yang menutupi ruas jalan kabupaten dan di Kecamatan Tanjung Raya. Tim gabungan masih berada di lokasi melakukan penanganan.
Wilayah Kota Solok juga terdampak Banjir, sebanyak 20 unit rumah warga terendam banjir, 24 kepala keluarga atau 95 jiwa terdampak. BPBD setempat lakukan evakuasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Selanjutnya di Kota Pariaman, satu rumah warga tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang," kata Abdul.
Baca juga : Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota
Ia menambahkan, di Kabupaten Limapuluh Kota, terdapat satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak ringan, satu unit masjid rusak ringan, satu unit puskesmas rusak ringan dan sejumlah sawah dan kolam ikan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari terdampak. Sementara itu empat unit rumah di Nagari Situjuah Batua juga alami kerusakan ringan pasca banjir bandang. BPBD setempat dan tim gabungan saat ini melakukan pembersihan material.
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Tanah Datar, Sijunjung, dan sekitarnya pada Sabtu (9/3). Peringatan dini serupa juga dikeluarkan untuk hari Minggu (10/3) pada wilayah Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Padang Panjang, Tanah Datar, Solok, Kab. Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan sekitarnya.
(Z-9)
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
BENCANA longsor yang melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November sekitar pukul 11.00 WIB menyisakan duka mendala.
GUNUNG Marapi erupsi di Sumatera Barat, Minggu (1/3), pukul 15.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja ke Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
MENJELANG masuknya bulan suci Ramadan 1447 H, masyarakat Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, menggelar tradisi adat dan religi tahunan bertajuk Limau Barongge.
Sebanyak 210 KK di Jorong Kayu Pasak Selatan masih berjalan kaki melintasi jembatan darurat pascabanjir susulan.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) memastikan sistem satu arah (one way) pada jalur Padang–Bukittinggi tidak akan diberlakukan pada masa Lebaran 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved