Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Mobilitas untuk Semua: Mewujudkan Transportasi Publik yang Inklusif di Semarang

Basuki Eka Purnama
06/3/2026 00:05
Mobilitas untuk Semua: Mewujudkan Transportasi Publik yang Inklusif di Semarang
Warga difabel menggunakan transportasi publik di Semarang.a(MI/HO)

ISU transportasi publik di Kota Semarang kini memasuki babak baru yang tidak hanya bicara soal rute, tetapi juga tentang kesetaraan akses bagi seluruh warganya. Melalui kampanye “Mobilitas Untuk Semua”, perusahaan mobilitas berkelanjutan INVI menghadirkan inisiatif yang menempatkan inklusivitas sebagai prioritas utama dalam transformasi transportasi perkotaan.

Kolaborasi ini mempertemukan INVI dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang, Trans Semarang, serta kelompok masyarakat Roemah Difabel dan komunitas Bis Mania Semarang. Sinergi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi transportasi, seperti bus listrik, dapat dirasakan manfaatnya oleh semua orang tanpa terkecuali.

Aksesibilitas sebagai Standar Baru

Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman nyata bagi komunitas difabel dalam menggunakan bus listrik merk HIGER melalui program uji coba EV Trans Semarang. 

Bagi komunitas Roemah Difabel, momen ini menjadi kesempatan penting untuk merasakan bagaimana sistem mobilitas dapat terus berkembang menjadi lebih inklusif, setara, dan mampu mengakomodasi kebutuhan khusus mereka.

Penggunaan bus listrik HIGER yang lebih senyap dan nyaman menjadi simbol bahwa masa depan transportasi publik harus lebih manusiawi. Lebih dari sekadar uji coba unit, agenda ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk membedah tantangan aksesibilitas yang masih dihadapi oleh masyarakat di lapangan.

Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo, menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap inovasi transportasi. 

“Bagi kami di INVI, mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu. Kami ingin memastikan bahwa transformasi menuju transportasi rendah emisi juga berjalan seiring dengan inklusivitas,” tegasnya.

Tanggung Jawab Kolektif

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap sistem transportasi yang ramah bagi semua kalangan. 

Menurutnya, membangun kesadaran bahwa mobilitas kota adalah tanggung jawab kolektif merupakan kunci untuk menciptakan kota yang maju dan dapat diakses oleh seluruh warganya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial yang inklusif, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan pembagian 1.100 paket takjil ramah lingkungan dan acara buka puasa bersama di Roemah Difabel. 

Melalui pendekatan human-centric ini, INVI berharap dapat memperkuat pemahaman bahwa masa depan transportasi bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi tentang dampak nyata dan kesetaraan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya