Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA harga beras di pasar wilayah Solo Raya, terutama Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), sempat menyentuh Rp21 ribu per kg untuk beras premium. Ternyata ini dilatarbelakangi dengan harga gabah bagus di tingkat panen awal musim tanam (MT) I yang sudah berlangsung sejak akhir Januari silam.
Sebagian petani padi sejumlah kecamatan di kabupaten yang menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah ini sangat menikmati untung dari hasil panen MT I GKP (gabah kering panen) dihargai pada kisaran Rp7.700-Rp7.780/kg.
"Ya saat ini panen MT I sudah sepertiga dari luas sawah se-kabupaten Sragen. Total luas ada 43 ribu hektare yang ditanam padi pada MT I. Yang sudah panen ialah desa-desa di Kecamatan Ngrampal, sebagian Gondang, Sragen, serta Kedawung," tukas Ketua KTNA Sragen Suratno kepada Media Indonesia, Sabtu sore (17/2).
Baca juga : Penggilingan Padi Klaten Alami Kesulitan Pengadaan Gabah
Menurut dia, meski petani menangguk untung, penggilingan padi justru menikmati keuntungan sangat minim, jika dibandingkan pemborong beras yang melempar komoditas pangan itu ke pasar. Penggilingan beras maksimal hanya bisa melepas pada Rp14 ribu yang dianggapnya kurang menikmati harga dibanding ketika beras sudah dilepas di pasar yang mencapai kisaran Rp17 ribu sampai Rp21 ribu.
"Dari obrolan saya dengan sejumlah penggilingan, mereka hanya mengaku dapat untung dari ampasnya, yakni katul. Meski satu kilo katul Rp5.000, ongkos produksi mereka besar dan beras hanya laku Rp14.000 di penampung, sebelum dilepas di pasar," kata Suratno lagi.
Dia memperkirakan, harga tinggi beras, baik premium dan medium, akan terus berlanjut hingga Ramadan atau Lebaran atau bersamaan dengan panen raya petani di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Bertahan harga tinggi beras di pasar, petani tentu sangat senang. Apalagi jika bansos pangan yang bersumber dari beras importasi masih masif, diyakini harga beras di pasar juga tetap tinggi.
Baca juga : Jamin Stok Beras, Kementan Dampingi Ombudsman Monitoring Kostraling
"Yang jelas, petani yang panen sementara ini sangat menikmati. Mudah-mudahan tetap bertahan sampai MT I berakhir," pungkas Suratno. (Z-2)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved