Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 13 orang diduga peziarah dilaporkan tersesat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Sabtu (27/1). Selang dua hari kemudian atau pada Senin (29/1), rombongan berhasil ditemukan tim gabungan dengan kondisi selamat.
Berdasarkan informasi, rombongan survivor tersebut melakukan pendakian dari Cibedug Kulah Dua di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Namun di tengah perjalanan, diduga rombongan tersesat di sekitar hutan Gunung Pangrango.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, mengatakan pihaknya mendapat informasi dari relawan Panthera adanya kelompok masyarakat yang beraktivitas di kawasan TNGGP. Namun, mereka dilaporkan tersesat.
Baca juga : Basarnas: 16 Pendaki Gunung Pangrango Ditemukan Selamat
"Informasi awal yang kami terima dari lapangan, kelompok tersebut merupakan masyarakat yang diduga melakukan ziarah sejak tanggal 27 Januari 2024,"kata Sapto, Senin (29/1).
Informasi tersebut ditindaklanjuti Balai Besar TNGGP dengan berkoordinasi kepada para pihak. Selanjutnya menerjunkan tim melakukan pencarian dan tindakan yang diperlukan.
Baca juga : Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Blacklist 30 Orang Pendaki
"Pencarian melibatkan petugas TNGGP, volunteer, aparat penegak hukum, BPBD, serta Kantor Basarnas Bogor dan Jakarta," ungkapnya.
Hasilnya, kata Sapto, pada Senin (29/1) sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan menemukan rombongan kelompok masyarakat tersebut sebanyak 13 orang. Mereka berada di kawasan Pasir Pogor Resort PTN Tapos TNGGP.
"Dari 13 orang itu, sebanyak 11 orang kondisinya kelelahan dan dua orang kakinya terkilir," ucapnya.
Selanjutnya ke-13 orang survivor itu dievakuasi ke kantor Resort PTN Tapos. Mereka mendapatkan pengecekan kondisi kesehatan sekaligus meminta keterangan lain yang diperlukan.
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada semua pihak yang terlibat dan bekerja sama dalam upaya pencarian dan evakuasi," tegas Sapto.
Sapto menuturkan, jalur resmi endakian Gunung Gede Pangrango terdapat tiga pintu yakni Cibodas dan Gunung Putri di Kabupaten Cianjur dan Selabintana di Kabupaten Sukabumi.
Namun, sejak 30 Desember 2023-31 Maret 2024, aktivitas pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup berdasarkan Surat
Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor: SE23/BBTNGGP/Tek/B/12/2023 tertanggal 15 Desember 2023.
"Penutupan bertujuan untuk keselamatan pengunjung mengingat cuaca diprediksikan ekstrem serta pemulihan ekosistem secara alami tanpa ada gangguan aktivitas dari manusia yang masif, khususnya pendakian," pungkasnya. (Z-4)
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
YASID Ahmad Firdaus, pendaki warga Colomadu, hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat mendaki Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Karanganyar.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hilangnya pendaki Syafiq Ali di Gunung Slamet sempat menyita perhatian publik dan menjadi pengingat tentang risiko pendakian di medan ekstrem.
Penutupan operasi SAR gabungan karena kondisi cuaca buruk yakni intensitas hujan tinggi dan disertai badai serta tim tidak menemukan tanda-tanda jejak survivor.
Pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, merupakan warga Secang, Kabupaten Magelang hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, sejak Senin (29/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved