Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Wagub Jabar Targetkan Mudik 2026 Aman dan Harga Pangan Stabil

Naviandri
03/3/2026 13:01
Wagub Jabar Targetkan Mudik 2026 Aman dan Harga Pangan Stabil
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan (tengah) saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Polda Jabar, Senin (2/3) .(MI/Naviandri-HO/Diskominfo Jabar )

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memasang target tinggi untuk pelaksanaan mudik Idulfitri 2026. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, menegaskan seluruh pihak harus bersinergi secara solid demi menjamin arus lalu lintas yang lancar serta stabilitas harga pangan di wilayah Jabar.

Hal tersebut ditegaskan Erwan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Aula Polda Jabar, Senin (2/3). Pertemuan strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, BMKG, Basarnas, hingga Pertamina dan Jasa Marga.

Erwan memaparkan bahwa Pemprov Jabar telah melakukan langkah preventif dengan memperbaiki infrastruktur jalan serta memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan secara detail. Langkah mitigasi bencana alam juga menjadi prioritas mengingat cuaca yang dinamis.

"Selain memastikan kelancaran lalu lintas, stabilitas harga pangan jelang Idulfitri juga menjadi fokus pemprov juga meminta pihak terkait memastikan distribusi pangan lancar agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga pangan," paparnya.

Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa Jabar memiliki karakteristik unik sebagai daerah tujuan sekaligus lintasan utama mudik nasional. Oleh karena itu, respon cepat dari perangkat daerah menjadi kunci. "Kami akan memastikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat dan responsif sesuai tugasnya masing-masing," jelasnya.

60 Posko Lebaran
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar, Agung Wahyudi, menjelaskan kesiapan teknis di lapangan. Pihaknya telah menyiagakan 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di 6 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.

"Kami juga menyiapkan sebanyak 19 titik Disaster Relieve Unit (DRU) untuk mengantisipasi bencana. DRU dikawal oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti yang bertugas melakukan antisipasi kerusakan ruas jalan provinsi pada daerah perkotaan dan lalu lintas padat, lokasi rawan kecelakaan, lokasi rawan bencana serta lokasi berdasarkan masukan masyarakat yang bersifat mendesak," ungkap Agung.

Dukungan Alat Berat
Untuk mendukung mobilitas tim di lapangan, DBMPR menyiagakan berbagai peralatan berat di 19 titik strategis, meliputi:

  •     20 unit mini excavator
  •     56 unit dump truck
  •     6 jembatan bailey
  •     40 unit pick up
  •     6 unit wheel loader
  •     81 unit alat pemadat

Titik DRU ini tersebar di wilayah krusial, mulai dari Bogor, Bekasi, Sukabumi, hingga jalur timur seperti Indramayu, Cirebon, dan Tasikmalaya. (AN/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya