Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Lereng Gunung Lawu

Haryanto Mega
28/1/2026 20:32
Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Lereng Gunung Lawu
Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Lereng Gung Lawu.(Dok. Pemprov Jateng.)

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, kawasan lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Sumarno bergabung bersama ratusan personel Search and Rescue (SAR) gabungan dalam operasi pencarian pendaki hilang yang dimulai dari basecamp pendakian Mongkrang, Rabu (28/1).

Ia mengapresiasi dedikasi dan semangat kemanusiaan seluruh personel SAR dan relawan yang terlibat, meski harus menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan personel SAR yang sudah berhari-hari berupaya maksimal dalam pencarian ini,” ujar Sumarno.

Sumarno menegaskan, kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab Pemprov Jateng, mengingat kawasan Mongkrang berada dalam pengelolaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan korban merupakan warga Jawa Tengah.

“Ini adalah bagian dari tugas kami untuk berupaya semaksimal mungkin agar saudara kita bisa segera ditemukan,” katanya.

Berdasarkan evaluasi sementara, tim SAR masih menemukan sejumlah indikasi yang terus ditindaklanjuti. Namun, cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam optimalisasi pencarian, terutama bagi tim drone dan vertical rescue.

“Hujan dan angin kencang di bagian atas membuat pergerakan tim belum bisa maksimal,” jelasnya.

Meski demikian, operasi pencarian diputuskan untuk kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan. Sumarno menyebut masih ada sejumlah petunjuk yang memberi harapan korban dapat ditemukan.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surakarta, Kamal, mengatakan pada hari ke-10 pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat, penggunaan anjing pelacak (K9), hingga vertical rescue.

“Personel yang terlibat sekitar 350 orang dari kurang lebih 50 organisasi,” ujarnya.

Ia mengakui cuaca menjadi tantangan serius. Vegetasi lebat, kabut tebal, dan angin kencang membuat jarak pandang sangat terbatas.

“Di atas angin cukup besar, jarak pandang tidak lebih dari lima meter,” kata Kamal.

Meski menghadapi cuaca ekstrem serta medan licin dan terjal, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya